Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,65 Persen, Kuartal Kedua Diprediksi Lebih Rendah – Sulbar Express
Mamuju

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,65 Persen, Kuartal Kedua Diprediksi Lebih Rendah

Kepala BPS Sulbar Suntono menjelaskan perkembangan pertumbuhan ekonomi Sulbar di kantor BPS Sulbar, Senin 7 Mei 2018.

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Ekonomi Sulbar triwulan pertama tahun 2018 tumbuh 5,65 persen jika dibandingkan triwulan yang sama tahun 2017.

Hal tersebut, disampaikan Kepala BPS Sulbar Suntono saat melakukan pertemuan dikantornya, Senin 7 Mei. Dirinya mengatakan pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi mengalami kemajuan.

Suntono menjelaskan menurut lapangan usaha, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi adalah sebesar 18,60 persen pada lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

“Meskipun bergerak paling tinggi, akan tetapi lapangan usaha ini hanya berkontribusi 0,03 persen dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat,” kata Suntono.

Berbeda dengan kategori pertanian, kehutanan dan perikanan yang hanya tumbuh 3,67 persen. Akan tetapi mampu menyumbang 1,48 persen terhadap total pertumbuhan Sulawesi Barat.

“Tingginya share lapangan usaha ini dikarenakan nilai lapangan usaha

pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan penyokong terbesar dalam struktur ekonomi Sulawesi Barat, hingga 42,67 persen,” imbuhnya.

Suntono juga menyakini pertumbuhan ekonomi Sulbar akan lebih baik lagi pada triwulan berikutnya, asalkan pemerintah menjaga sektor pertanian dengan baik.

“Karena lapisan sektor kedua membantu pertumbuhan ekonomi itu relatif kecil. Kalau sektor pertanian ini goyang, maka pertumbuhan ekonomi Sulbar akan menurun,” ungkap Suntono.

Sementara itu, lanjut Suntono, pemerintah daerah tetap harus membangun sektor lapisan kedua untuk membantu pertumbuhan ekonomi Sulbar agar terus mengalami kemajuan.

“Seperti industri, kalau ini kuat akan bisa melapisi sektor p

 

ertanian dalam per

tumbuhan ekonomi kita,” terangnya.

Sementara itu, jika dilihat pertumbuhan ekonomi triwulan I-2018 terhadap triwulan IV-2017 (q to q) mengalami kontraksi 8,15 persen. Hal itu menggambarkan suatu kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan dibanding triwulan IV 2017 yang tumbuh sebesar 5,10 persen.

Prospek Ekonomi

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulawesi Barat memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun 2018 akan lebih rendah jika dibandingkan triwulan pertama tahun yang sama.

Dalam buku kajian ekonomi dan keuangan regional edisi Februari 2018 yang dirilis KPw BI Sulbar disebutkan ada indikasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Indikasi perlambatan akibat peningkatan impor untuk memenuhi kebutuhan yang bertambah pada bulan puasa dan lebaran.

Dalam analisa BI, pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan II tahun 2018 diperkirakan berada pada kisaran antara 5,8 persen hingga 6,2 persen (yoy), lebih tinggi jika dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,30 persen. (hab/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top