23,3 Persen Siswa SMP Tidak Lulus Ujian

oleh -110 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Tahun ini sedikitnya 23,3 persen siswa SMP Majene dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN).

“Ini sesuai analisis kami, karena banyak siswa SMP tidak hadir pada saat pelaksanaan UN dimulai,” ungkap Herman, Anggota Dewan Pendidikan Majene, Selasa 8 Mei.

Menurut Herman, siswa yang tidak menghadiri pelaksanaan UN disebabkan jarangnya mengikuti pelajaran di sekolah. “Solusinya, para guru dapat mendatangi rumah siswa supaya ikut UN,” imbuhnya.

Dari 23,3 persen analisis ketidak lulusan peserta UN tingkat SMP, sambungnya, juga termasuk faktor siswa yang sudah kawin dan bekerja keluar negeri atau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Analisis kedua, banyak siswa menggunakan tanda silang yang seharusnya dilingkari pada lembaran jawaban. Nah, itu juga dikhawatirkan, karena kemungkinan bisa saja ditolak komputer,” urai Herman.

Kata dia, penggunaan tanda silang pada sejumlah siswa disebabkan kurangnya sosialisasi pihak sekolah dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang tata cara mengisi lembar jawaban UN.

“Sebelum memulai kegiatan UN, pihak sekolah termasuk pengawas mesti memberikan pengarahan kepada siswa peserta UN supaya tidak menggunakan tanda silang pada lembaran jawaban,” tandasnya. (hfd/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *