Trial Opening Matos Mamuju, Karya Besar untuk Masyarakat Sulbar

oleh -618 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Meski baru berusia 13 tahun, geliat pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat menunjukan progres yang sangat membanggakan. Kondisi ini secara langsung memberikan harapan besar bagi masyarakat.

Capaian pembangunan yang pesat ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam hal ini investor. Banyak bukti bisa dilihat untuk memastikan pembangunan yang semakin kencang.

Salah satunya adalah Maleo Town Square (Matos) Mamuju. Mall pertama di Sulbar ini akan mulai membuka pelayanan hari ini, Rabu 9 Mei.

Maha karya hasil kerja keras investor lokal Sulbar ini menjadi salah satu deretan pencapaian pembangunan di Sulbar. Sekaligus menjadi karya besar yang bisa dinikmati masyarakat.

Komisaris Matos Mamuju Charlie Wijaya mengungkapkan agenda peresmian pada 9 Mei merupakan target yang memang sudah ditetapkan oleh manajemen.

“Makanya kita trial operasi dan kita harap masyarakat Sulbar melihat dan bisa merasakan manfaat mall ini,” kata Charlie.

Sementara itu, lanjut Charlie, tenant-tenant besar yang mengisi Matos akan masuk secara bertahap. Bahkan tenan-tenan yang dari Jakarta untuk melakukan fit out terjebak pada waktu Ramadan, sehingga kebanyakan memilih masuk setelah habis lebaran.

“Ini juga salah satu taiming dalam membuka satu mall adalah mendekati Ramadan. Karena tingkat kebutuhan masyarakat naik sampai dua kali lipat. Kita juga mengambil mall modern dengan kita bangun mallnya baru kita sewakan sama tenan dan kita organisir mereka,” ungkap Charlie.

Direktur Matos Veronica Wijaya mengatakan pada acara trial opening pihaknya terlebih dahulu melakukan pemberkatan agama mulai dari kepercayaan umat Kristen, Barasanji untuk kepercayaan Islam, dan kepercayaan Tionghoa.

“Kita tidak ada lagi kegiatan fisik, kecuali bagian luar mall. Besok (Rabu 9 Mei, red) jam 8 pagi kita prepare untuk trial opening. Berbagai acara yang kita laksanakan besok yang dilakukan oleh Matahari karena mereka yang terlebih dahulu buka,” papar Veronica.

Vero juga menyampaikan berbagai kegiatan akan dilakukan oleh pihak Matahari dengan menghadirkan juga para direksinya untuk membuka secara langsung Matahari di Matos.

“Mereka juga ada sumbangan kepada tiga panti asuhan dengan nilai Rp10 juta. Besok ada Matahari, Fun World, dan UMKM lokal yang akan buka terlebih dahulu. Nanti menyusul tenant-tenant yang sudah ready dengan kita,” ucap Veronica.

Sementara itu, Anggota DPRD Mamuju Febrianto Wijaya berharap dengan hadirnya Matos di Mamuju pertumbuhan ekonomi Sulbar pada umumnya dan Mamuju pada khususnya bisa berkembang.

“Semoga ini menjadi perputaran ekonomi yang baik, serta bisa memberdayakan semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Mamuju mulai dari petani, perikanan, sampai warganya sendiri, dan juga bisa menjadi tempat hiburan positif bagi warga Mamuju. Saya sebagai legislator juga sangat bersyukur dan berharap besar Matos ini bisa menjadi tempat bagi seluruh elemen masyarakat Mamuju,” tandasnya.

Di tempat yang sama Store Manager Matahari Department Store Abi Surya mengatakan Matahari hadir di Sulbar merupakan pertama kalinya. Pi

Manajemen Matos Mamuju melakukan syukuran sebelum Trial Opening, Selasa 8 Mei 2018. Tampak gambar lain Komisaris Matos Mamuju Charlie Wijaya foto di depan tenant Matahari.

haknya membawa beberapa brand seperti Ne

vada, Cole dan banyak brand ternama lainnya dengan harapan kehadiran matahari bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulbar.

“Masyarakat Sulbar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan fashion terkini. Sejak 9 Mei, kami sudah hadir menjawab kebutuhan masyarakat di Sulbar,” kata Abi.

Ia menambahkan kehadiran Matahari di Matos diharapkan menjadi salah satu tempat perbelanjaan buat masyarakat Sulbar. Bahkan pihaknya sudah menyediakan diskon pada trial opening. Dirinya juga menilai, Matos sebagai mall yang baru cukup lengkap dan konsepnya juga tentu sangat one stop shopping.

“Kehadiran Hypermart, Cinemaxx, Matahari dan beberapa tenant lainnya tentu akan memberi kepuasan kepada masyarakat untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga, fashion atau entertaiment,” tambahnya.

Sementara, untuk tenaga kerja lokal, Matahari mendekati angka 200 orang yang dipekerjakan, dengan presentase warga Mamuju mencapai 70 persen, 10 hingga 20 persen masih dalam wilayah Sulbar, seperti dari Majene, Polman, Mamasa Mateng dan Pasangkayu. Sisanya adalah tenaga kerja luar. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *