Pengelolaan Dana Desa Diharap Makin Profesional

oleh -22 views

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Masalah yang sering terjadi pada pengelolaan dana desa diperkirakan akibat kurangnya SDM dalam pengelolaan laporan keuangan desa.

Kondisi ini membuat pemerintah Kecamatan Dapurang melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas perencanaan pembangunan desa melalui OJT (On the job Training) bagi aparat desa dan KPMD se-Kecamatan Dapurang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 15 hari diikuti kisaran 60 peserta dari 5 desa. Dibuka langsung Camat Dapurang Syamsudin Noor, di aula kantor Camat Dapurang, Selasa 8 Mei.

Kata dia kegiatan ini merupakan upaya pemerintah kecamatan dalam peningkatkan kapasitas pembangunan desa melalui OJT bagi aparat desa dan KPMD, dimaksudkan agar mampu memahami tata cara pengelolaan dana desa, mulai dari tahap perencanaa, pelaksanaan, hingga laporan keuangan berdasarkan kaidah hukum dan aturan yang ada.

“Hampir semua pengelolaan dana desa dikerjakan dengan mengambil jasa orang di luar dari aparat dan lembaga-lembaga desa. Mulai dari proses perencanaannya memakai jasa konsultan luar dengan biaya sekian persen dari anggaran, hingga jasa pembuatan laporan keuangan pekerjaan. Ini kan secara tidak langsung kita sudah lari dari tujuan anggaran desa yang sesungguhnya yakni, pembentukan karakter pembinaan desa,” jelas Syamsudin Noor.

Selama ini, lanjutnya, bukan tidak ada pelatihan seperti ini ditingkat kabupaten, karena beberapa OPD sudah melakukan sebelumnya. Tetapi pada kenyataannya masih sangat banyak pengelolaan dana desa dipihak ketigakan di luar dari aparat desa dan masyarakat yang seharusnya mempunyai fungsi dalam pengelolaan dana desa tersebut.

“Apalagi kedepannya nominal dana desa yang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Semua itu harus dibarengi dengan kemampuan perangkat desa dalam mengelola keuangan desa agar nantinya tidak terjadi kesalahan,” imbuhnya.

Syamsudin juga mengatakan bahwa dalam mengupayakan kemandirian desa untuk menyukseskan pembangunan daerah perlu adanya pengalokasian dana desa, melaksanakan kebijakan pusat terutama alokasi dana desa ini bukanlah semudah membalikan tangan, banyak hal yang perlu disiapkan baik kebijakan kelembagaan dan sumber daya manusia sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya membangun sesuatu yang baru.

“Banyak kendala yang harus kita minimalisir terkait penggunaan dana desa membuat pemerintah kecematan pun perlu memberikan pemahaman-pemahaman dalam peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan desa, maka dari itu kegiatan seperti ini penting untuk dilaksanakan,” sambungnya.

Untuk alasan kegiatan selama 15 hari, Syamsudin menjelaskan karena kegiatan ini secara OJT dimana kegiatan ini disertai training maksimal dari pemateri ke semua peserta masing-masing desa.

“Kita inginkan pemahaman yang maksimal kepada peserta, bukan hanya diberikan materi setelah itu pulang dan dilupakan lagi. Kegiatan ini lahir dari inisiatif kita bersama pemerintah kecamatan dan perangkat desa, tidak ada anggaran APBD sedikit terselenggara kegiatan ini. Jadi sangatlah disayangkan jika tidak ada autput kepada kita sendiri, dimana ini juga sangat menyangkut persoalan masyarakat di desa,” katanya.

Salah satu pemateri yang hadir dari Dinas PU kabupaten, Muammar mengungkap sangat salut dengan inisiatif pemerintah kecamatan bersama pemerintahan desanya. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini sangat dibutuhkan dalam memberikan pemahaman dalam pengelolaan dana desa.

“Saya dari Dinas PU kabupaten membawakan materi tentang peningkatan kapasitas perencanaan dan penyusunan RAB, untuk itu saya meminta agar bisa mencermati dan memberikan pertanyaan-pertanyaan jika masih ada yang kurang jelas,” singkat Muammar. (ndi/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *