Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara, Bentuk Perlawanan Aksi Radikalisme

oleh -245 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Aksi teror bom yang dilancarkan oleh para teroris kini semakin banyak dikecam berbagai pihak, salah satunya datang dari Sulbar.

Seperti yang dilakukan oleh Kemenag Sulbar dengan mengelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara sekaligus mengutuk aksi teror yang terjadi dalam dua hari kemarin, Selasa 15 Mei.

Kakanwil Kemenag Sulbar Muhdin mengatakan gerakan penolakan aksi teroris yang dilakukan bertujuan agar semua pihak bersatu untuk memerangi teroris. Hal ini guna menciptakan rasa aman kepada masyarakat Indonesia.

“Tidak ada satupun agama yang membenarkan aksi terorisme, utamanya bom bunuh diri. Makanya dari itu mari kita bersatu untuk memerangi aksi teroris yang meresahkan kita ini,” kata Muhdin.

Ia menambahkan untuk mencegah aksi teroris semua pihak dan elemen masyarakat harus bersatu. Pihaknya juga mengimbau agar semua masyarakat dari berbagai agama untuk memberikan dukungan kepada TNI-Polri untuk mencegah semua aksi kejahatan, termasuk aksi terorisme.

“Kami di Sulbar telah membentuk gerakan pendekatan jiwa kepada masyarakat dengan metode empat pilar. Dimana yang dimaksud empat pilar ini ada pelibatan Babinsa, Babinkantibmas, kepala desa, dan penyuluh agama untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mencegah paham radikal yang menjadi cikal bakal terorisme,” tambahnya.

Sedangkan, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengungkapkan pihaknya akan senantiasa memberikan pengamanan kepada masyarakat sesuai dengan tugasnya. Terkait isu teror hingga kini tidak ada di Sulbar, namun tetap akan diwaspadai.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu cemas, di Sulbar masih dalam kondisi aman, tidak ada gangguan. Meski demikian saya tetap meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada melihat hal yang mencurigakan,” ungkap Baharuddin.

Sementara itu, Danrem 142 Tatag Kolonel Inf Taufiq Shobri juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum pasti, utamanya ke medsos. Dia juga meminta pihak media memberitakan hal positif agar bisa menenangkan.

“Tolong sajikan informasi yang baik dan lebih jelas menyaring informasi di medsos. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *