Gubernur Launching Program Padat Karya Desa

oleh -146 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar melaunching program padat karya di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Selasa 15 Mei.

Launching program padat karya di Desa Pasiang ini dirangkai dengan silaturahmi Gubernur Sulbar bersama warga setempat. Turut hadir pada kesempatan ini PJs Bupati Polman Amujib, Kepala DPMPD Sulbar Jaun, Asisten I Pemkab Polman Sakinah, sejumlah Camat, Kades, serta masyarakat Desa Pasiang.

Saat meninjau langsung lokasi pembangunan padat berupa drainase, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar melakukan penggalian dengan sekop bersama dengan masyarakat yang terlibat dalam program tersebut.

Program padat karya ini menggunakan alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBN di Desa Pasiang diperuntukkan untuk pembangunan drainase Rp108 juta dan pembangunan tribun lapangan Tabone Desa Pasiang Rp129 juta.

Dalam sambutannya Ali Baal Masdar menyampaikan, program padat karya dengan menggunakan ADD APBN ini betul-betul harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita harapkan program yang dikerja sendiri oleh rakyat ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” terang Gubernur Sulbar.

Ia berharap melalui program padat karya yang diprogramkan di setiap desa di Sulbar ini progresnya bisa mempermudah percepatan pembangunan sesuai dengan visi dan misi pemerintah provinsi. Kata dia, apabila program tersebut tidak bisa dikerjakan oleh desa dapat dibantu oleh pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Karena 75 persen anggaran untuk program padat karya telah cair ini kita harapkan progresnya dapat berjalan sesuai yang kita inginkan,” terang Ali Baal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulawesi Barat Jaun menjelaskan program padat karya yang dilaksanakan di Desa Pasiang merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

“Program padat karya itu tiga puluh persen diambil dari alokasi dana desa yang bersumber dari APBN,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, program padat karya ini sangat bermanfaat karena dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa itu sendiri serta tidak menggunakan jasa dari luar.

“Terkait program pembangunan apa yang dikerjakan oleh desa, itu tergantung apa yang diusulkan pada musyawarah desa,” tandas Jaun.

Sementara itu, Kepala Desa Pasiang Nurjannah menuturkan program padat karya dialokasikan untuk pembangunan drainase dengan volume 243 meter akan melibatkan 130 warga dengan sistem upah harian. Sedangkan program pembangunan tribun lapangan akan menyusul karena mengutamakan program pemberian makanan tambahan.

“Jumlah ADD dari APBD Rp300 juta lebih, sedangkan ADD APBN Rp930 juta lebih dan untuk pencarian ADD tahap pertama ini kita sudah dijanji hari Rabu” jelas Nurjannah. (ali/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *