Jelang Lebaran, Laju Inflasi Masih Terkendali – Sulbar Express
Mamuju

Jelang Lebaran, Laju Inflasi Masih Terkendali

Kepala BPS Sulbar Suntono memaparkan kondisi inflasi kota Mamuju pada bulan Mei dikantornya, Senin 4 Juni 2018.

sulbarexpress.co.id, MAMUJU – Kebutuhan masyarakat selama Ramadan mengalami peningkatan. Namun demikian kondisi ini tidak memberikan efek besar pada laju inflasi.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulbar melihat inflasi selama bulan Ramadan bisa dikendalikan. Kondisi ini tentu dengan adanya koordinasi dan sinergitas semua pihak.

Wakil Ketua TPID Sulbar Dadal Angkoro mengatakan, berkaca pada tahun sebelumnya, inflasi tahun ini bisa dikendalikan. Karena bahan pokok yang mengalami kenaikan tidak terlalu signifikan.

“Setiap masuk lebaran inflasi pasti tinggi umumnya kisaran 0,8 persen hingga 1,5 persen. Untuk tahun ini ada harapan rata-rata inflasi akan turun lagi. Bisa hingga 0,5 persen,” kata Dadal.

Ia menambahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi disetiap TPID yang ada di kabupaten. Bahkan dari pantauan yang dilakukan di Majene baru-baru ini, pihaknya melihat harga relatif stabil bahkan beberapa harga komoditi menurun, seperti harga bawang merah kisaran Rp28 ribu.

“Meskipun ada beberapa yang naik seperti ikan, namun itu tertutupi dengan harga jenis ikan lainnya. Makanya atas dasar itu capaian inflasi tahun ini akan lebih baik,” tambahnya.

Kepala BPS Sulbar Suntono mengungkapkan berdasarkan hasil survei harga konsumen pada bulan Mei 2018 bahwa kota Mamuju mengalami inflasi 0,27 persen.

“Inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran,” ucap Suntono, Senin 4 Juni.

Adapun enam kelompok tersebut diantaranya kelompok bahan makanan inflasi 0,38 persen; kelompok makanan jadi, munuman, rokok dan tembakau inflasi 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi 0,09 persen; kelompok sandang inflasi 0,13 persen; kelompok kesehatan inflasi 0,34 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan inflasi 0,66 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga deflasi 0,04 persen.

“Tingkat perubahan indeks tahun kalender Mei 2018 di Mamuju adalah inflasi 0,73 persen sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) adalah inflasi 2,80 persen,” ungkap Suntono.

Sementara itu, lanjut Suntono pihaknya juga memprediksi pada bulan ini inflasi akan mengalami peningkatan. Namun dinilai tidak terlalu signifikan dan relatif bisa dikendalikan.

“Kebutuhan daging yang akan meningkat dan biasanya disitu paling tinggi harganya. Namun ini tidak telalu dikhawatirkan karena bisa dikendalikan,” tandasnya. (hab/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top