Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Disbun Sulbar Ajak Petani Terapkan Sistem Sertifikasi ISOP Pada Kebun Swadaya

oleh -89 views

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Dalam rangka melaksanakan pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Sulawesi Barat menggelar sosialisasi Penerapan Sistem Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil Suster (ISPO) pada perkebunan swadaya masyarakat.

Sosialisasi yang dibuka Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Sulbar, diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Waris Bastari dan dihadiri 100 peserta yang tergabung dalam kelompok tani dan pengusaha kelapa sawit wilayah Mateng dan Pasangkayu, digelar dI Aula Hotel Devonder Pasangkayu, Senin malam 23 Juli.

Dalam sambutannya, Waris meminta maaf yang dikarenakan ketidak hadiran kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulbar yang seyogyanya membuka lansung acara ini.
” Pada kesempatan ini, tidak lupa menyampaikan salam hangat dari beliau yang saat ini mendampingi Gubernur dalam kunjungan kerja ke Bogor, ” sapa Waris.

Lanjut Waris, bahwa penerapan ISPO kepada kebun plasma perusahaan sawit yang ada di Sulbar sudah di mulai dari tahun 2015 lalu, dan untuk kebun swadaya itu sendiri baru diterapkan dua tahun lalu hingga saat ini. Sertifikat ISPO ini merupakan bagian yang sangat penting dari usaha sawit Indonesia dalam pelaksanaan pembangunan usaha sawit.

” Kita perlu ada upaya peningkatan kualitas dengan menerapkan Sertifikat ISPO kepada kebun swadaya masyarakat di wilayah kita ini, ” ungkap Waris.

Selain itu juga, jelas Waris, penerapan ISPO ini juga sudah diatur di dalam peraturan Permentan nomor 11 Tahun 2015 untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar lokal dan Global. Sistem sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan ini mengatur aspek hukum, ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Waris menjelaskan, ada beberapa tujuan dari penerapan sertifikasi ISPO untuk kebun swadaya, yang pertama adalah meningkatkan kesadaran pelaku usaha di bidang kelapa sawit untuk melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, yang kedua, meningkatkan kesadaran lingkungan, ketiga meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar internasional, dan yang terakhir mendorong usaha perkebunan agar mentaati peraturan pemerintah.

Diujung sambutannya, Waris berharap, dalam sosialisasi penerapan sertifikasi ISPO kali ini, agar para petani sawit dan pengusaha kepala sawit dalam memahami pentingnya sertifikasi dalam dunia per kelapa sawit. Agar kedapannya tidak ada lagi pertanyakan yang timbul dikarenakan kesalahan petani dan pengusaha sawit itu sendiri.

” Saya rasa yang hadir disini malam ini, semua menginginkan kualitas buah sawitnya. Kita sebagai pemerintah sangat menginginkan hal serupa yang di inginkan petani dalam meningkatkan kualitas kebun sawit swadaya di masyarakat, ”

Salah satu peserta, yang juga kelompok tani dari Baras Pasangkayu, Mawardi mengungkapkan, setela mengikuti sosialisasi penerapan sertifikasi ISPO ini, dirinya berharap akan ada tindak lanjut pemahaman dan prosedur sertifikasi ISPO kepada masyarakat baik sebagai petani maupun sebagai pengusaha sawit, sehingga bisa betul-betul ter terapkan di masyarakat.

” Kami bisa saja paham sampai disini, tetapi tidak semua peserta dan masih banyak lagi petani sawit lain yang tidak sempat hadir. Maksud saya, setelah ini ada komunikasi lanjutan tentang penyuluhan atau prosedur sertifikasi untuk masyarakat bisa lebih mengerti kan, ” singkat Mawardi.

Sejumlah materi yang disampaikan oleh nara sumber antara lain, komitmen penerapan ISPO dalam meningkatkan kredibilitas pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia oleh Sekretaris Komisi DirektoratJendral Perkebunan Kementan, Heri Moerdiyono. (ndi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *