Lindungi Lahan Pangan Berkelanjutan, DPRD Garap Ranperda Perluasan Lahan – Sulbar Express
Mamasa

Lindungi Lahan Pangan Berkelanjutan, DPRD Garap Ranperda Perluasan Lahan

Panitia Khusus DPRD Mamasa rapat bersama sejumlah OPD membahas pangan berkelanjutan di gedung DPRD Mamasa, Kamis 2 Agustus 2018.

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMASA – Sebagai langkah maju dalam pengembangan perluasan lahan pangan, Pansus DPRD Mamasa membahas Ranperda tentang Lahan Pangan Berkelanjutan. Agenda pembahasan dilakukan bersama OPD terkait.

Ranperda itu dimaksudkan untuk perlindungan lahan pangan berkelanjutan, mengingat Mamasa merupakan daerah yang tengah berkembang. Jika dipersentasekan, luas wilayah pegunungan di Kabupaten Mamasa secara keseluruhan hanya berkisar 68 persen, sementara luas pemukiman dan penggunaan lain hanya mencapai 32 persen.

Jika pegunungan Mamasa mencapai angka 68 persen, maka untuk memperoleh ketersediaan pangan, melalui garapan sawah, tentu penduduk Mamasa akan sangat kesulitan. Belum lagi penduduk Mamasa kian padat, sehingga untuk pemukiman saja sebagian penduduk sudah mengorbankan sawah sebagai tempat perumahan.

Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Mamasa, Daud Tandi Arruan mengungkapkan, untuk perluasan lahan pangan berkelanjutan, pihaknya terkendala di kawasan hutan,
“Jika ada upaya menambah lahan pertanian, maka pemerintah daerah harus mengusulkan kepada kementerian untuk alih fungsi hutan,” ungkapnya usai menghadiri rapat Pansus di gedung DPRD Mamasa, Kamis 2 Agustus.

Daud mengungkapkan yang menggerogoti lahan pertanian ialah pemukiman, sehingga perlu dilakukan penataan ruang bagi pemukiman dengan tetap mempertahankan budaya Mamasa. Solusi yang ditawarkan Dinas Perumahan, kata Daud, adalah dengan mengusulkan pembangunan kampung modern, seperti rumah susun.

“Untuk tidak mengurangi lahan peertanian ya rumah susun jawabannya. Dengan prinsip tetap mempertahankan kultur Mamasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Mamasa David Bambalayuk yang juga anggota Pansus mengatakan, ada keprihatinan melihat kondisi lahan pertanian di Mamasa yang kian terkikis karena pemukiman. Sehingga untuk melindungi lahan pertanian, maka perlu ada peraturan untuk menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Mamasa.

“Jangan sampai karena kita asik membangun, kita sampai melupakan bahwa kita ini asalnya dari petani. Jangan asik menjual karena kepentingan sesaat, maka lahan pertanian seperti sawah akhirnya hilang terkikis,” katanya.

Yang menjadi kendala dalam peningkatan perluasan lahan pertanian, karena sebagian besar hutan Mamasa adalah kawasan hutan lindung. Dengan begitu, David berharap agar Bupati Mamasa berani mengambil satu langkah sehingga Menteri Kehutan dapat mengubah kawasan hutan lindung sebab masyarakat Mamasa sangat membutuhkan lahan pertanian.

“Langkah ini yang saya rasa sangat ideal, kalau rumah susun saya kira kurang efektif karena masih terlalu banyak lahan. Rumah susun itu diperuntukkan bagi daerah yang tidak memiliki lahan,” pungkasnya. (sam/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top