Tukik dan Mangrove jadi Daya Tarik Wisatawan

oleh -41 views

sulbarexpress.co.id, POLMAN – Puluhan wisatawan mancanegara (wisman) yang juga peserta festival budaya Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF) menanam bibit bakau dan melepas tukik di pantai Baba’toa, Senin 6 Agustus.

Salah satu peserta Neo mengatakan ini kali pertama dia melihat langsung tukik. Awalnya dia enggan memegangnya karena merasa geli.

“Tadi saya tidak mau pegang, tetapi setelah dapat penjelasan bahwa tidak berbahaya jadi saya beranikan diri. Ternyata seru juga, bahkan tadi saya taruhan dengan teman tukik siapa yang paling cepat sampai di laut,” kata Neo.

Ia menambahkan dirinya berencana akan kembali lagi ke Polman jika ada waktu. Bahkan, dia berencana akan mengajak keluarga dan teman-temannya.

“Di sini saya puas dengan keindahan alamnya. Apalagi bagi pecinta makanan laut seperti saya, Polman adalah surganya,” tambahnya.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengungkapkan pemkab sudah merancang program untuk mengatasi abrasi pantai melalui pembrerdayaan mangrove.

“Ada nanti gerakan bersama baik itu dari pegawai, siswa di sekolah maupun generasi muda yang tergabung di club motor agar bagaimana bisa bergerak bersama dalam penanaman mangrove satu kali satu bulan,” ungkap AIM.

AIM juga menyampaikan pihaknya akan melibatkan semua komponen ASN maupun masyarakat dalam pencanangan penanaman mangrove, begitupun mahasiswa pencinta alam akan turut dilibatkan.

“Jadi bagaimana kita menjaga dan melestarikan alam, supaya Polman tidak tandus dan kedepan bisa indah kembali. Saat ini masyarakat kita sudah sadar dengan adanya mangrove bisa membantunya juga,” ucap Bupati.

Sementara itu, lanjut Andi Ibrahim, pemeliharaan kelestarian penyu akan terus diupayakan agar masyarakat maupun oknum yang sengaja merusak tumbuh kembangnya dan memperjual belikan telur penyu bisa dikurangi.

“Masyarakat sudah sadar untuk tidak makan karena telur penyu itu kadar kolestrolnya tinggi, bahkan mereka juga sudah tahu kalau itu juga dilarang,” terangnya.

Selain itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Sulbar Andi Nursami Masdar menuturkan pihaknya memang sudah memprogramkan setiap tahunnya penanaman mangrove maupun pelepasan tukik.

“Saya harap masyarakat ikut serta menjaga dan merawat mangrove karena akan mengatasi abrasi pantai. Begitupun pemberdayaan penyu selalu kita jaga bersama agar tidak di konsumsi telurnya maupun diperjual belikan,” tandasnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *