Sulbar Express
Mamuju

Ratusan ekor kambing saat menjalani masa karantina.

sulbarexpress.co.id, MAMUJU – Lalulintas Kambing pada tahun 2018 sampai saat ini sudah mencapai 1.673 ekor yang di berangkatkan melalui pelabuhan feri Mamuju.

Hal tersebut, disampaikan Medik Veteriner Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju Drh I Gusti Bagus Ari Purwanda, dirinya mengatakan selama musim ramai lalulintas kambing sudah mencapai ribuan ekor jelang Idul Adha.

“Itu semua untuk memenuhi pemotongan reguler maupun pemotongan untuk Idul Adha. Tujuannya ada yang ke Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Berau, dan Kota Baru,” kata I Gusti Bagus, Kamis 9 Agustus.
Ia menambahkan komoditas Kambing ini merupakan salah satu unggulan Sulbar pada sektor peternakan. Dimana khusus daerah paling banyak pengeluarannya itu ada di Majene dan Polman.

“Rata-rata memang sebagian masyarakat dua kabupaten ini mata pencahariannya adalah peternak. Kalau pemeriksaan untuk kambing sama dengan sapi dengan pemeriksaan Brucella Abortus, terus ada pemeiksaan serum darah. Semua kambing yang sudah diberangkatkan sudah melalui proses karantina,” tambahnya.

I Gusti Bagus juga menyampaikan kambing yang dikirim keluar sudah memiliki surat izin keluar dari Karantina, adapun yang tidak memegang izin dari karantina berarti ilegal.

“Kalau penyakit kita dari Karantina belum menemukan adanya penyakit pada kambing. Tapi kita selalu waspada terus makanya kita selalu melakukan pemeriksaan baik itu jelang Idul Adha maupun hari-hari biasa,” ungkap I Gusti Bagus.

Sementara itu, lanjut I Gusti Bagus, pihaknya terus membangun komunikasi baik dengan para pengusaha kambing, dimana tiga bulan sekali selalu melakukan pertemuan dengan para pengusaha.

“Kita selalu koordinasi dengan pihak swasta maupun dinas terkait untuk mendampingi dan melakukan pengawasan kepada para pengusaha yang akan mengirim kambing keluar daerah. Kalau ada temuan penyakit yang kita dapat selalu direkomendasikan kepada pihak dinas untuk melajutkan kewenangannya,” terangnya.

Selain itu, pihak Karantina berharap agar para pedagang kambing terus memperbaiki manegemen pemeliharaan terus diperbaiki pada ternak kambingnya agar selalu sehat.

“Bagaimanapun juga ini nantinya akan dikonsumsi oleh manusia, sehingga dengan pemeliharaan yang baik akan menjamin kesehatan ternak baik itu perawatan dan pengobatannya saat sakit,” tandasnya.
(hab/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top