Pelaksanaan Coaching Clinic Tuai Sorotan – Sulbar Express
All Sport

Pelaksanaan Coaching Clinic Tuai Sorotan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMASA – Coach clinic adalah salah satu program Kementerian Pemuda dan Olahraga, bekerja sama dengan lembaga swasta yang bergerak dibidang pengembangan pelatih olahraga, baik skala nasional maupun tingkat kabupaten.

Di Kabupaten Mamasa, penyelengaraan coaching clinic bola voli yang diselenggarakan oleh Banua Mandar Sentra Inovasi pada Sabtu 25 hingga 26 Agustus di aula STT Mamasa, rupanya menuai kritik dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Arruan Pasau.

Sebagai penanggung jawab institusi pemerintahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan coacling clinic, dirinya merasa tidak dihargai. Karena, kata dia, semestinya penyelenggaraan kegiataan ini mendapat rekomendasi dari Dispora, namun hingga berakhirnya kegiatan ini, pihak pelaksana sama sekali tidak pernah melakukaan koordinasi, bahkan ia mengaku tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi pelaksanaan kegiatan yang dimaksudkan.

“Jangankan rekomendasi, sampai saat inipun pihak penyelenggara tidak pernah melakukan koordinasi kepada saya,” katanya, Minggu 26 Agustus.

“Seharusnya kegiatan ini terlaksana dengan dasar rekomendasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga, jika pihak lembaga pelaksana berkoordinasi dengan dinas, tetapi sekali lagi saya tegaskan sampai saat ini saya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi,” lanjutnya.

Dengan begitu, ia sangat menyesalkan penyelenggaraan coaching clinik lantaran dilaksanakan di wilayah Kabupaten Mamasa tanpa sepengetahuan pemerintah setempat.

“Tentu kita sangat sesali kegiatan ini karena sama sekali tidak menghargai institusi pemerintah setempat,” sesalnya.

Arruan Pasau berharap agar pelaksanaan ini tepat sasaran, sehingga peserta yang terlibat dalam pelaksanaan ini betul merupakan peserta yang berkompeten.

“Kita berharap agar paling tidak 60 persen kegiatan ini tepat sasaran,” harapnya.

Hal itu dibantah Ketua Banua Mandar Sentra Inovasi Imran, sebagai penyelenggara kegiatan. Pasalnya, sejak April lalu, kegiatan ini sudah mendapat rekomendasi dari dinas terkait dan seharusnya pada bulan itu pula kegiatan ini diselenggarakan namun tertunda, barulah dilaksanakan pada bulan Agustus.

“Bulan April lalu kami dapat tekomendasi dari dinas, tapi saya tidak tahu apakah kepala bidang saat itu atau siapa. Yang jelas ditanda tangan dan ada stempelnya. Bahkan beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan kita juga menyurat,” bantahnya. (sam/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top