Bantuan Peremajaan Kelapa Sawit, Sulbar Menjadi Primadona Peningkatan Produksi – Sulbar Express
Mamuju

Bantuan Peremajaan Kelapa Sawit, Sulbar Menjadi Primadona Peningkatan Produksi

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian yang juga Ketua Panitia Sosialisasi Peremajaan Sawit Abdul Waris Bestari menyampaikan laporan kegiatan pada acara pembukaan, Selasa 28 Agustus 2018.

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar mendapat bantuan peremajaan kelapa sawit dari Kementerian Pertanian Indonesia tahap pertama sebanyak 5.000 hektare.

Untuk hal ini Pemprov Sulbar melaksanakan sosialisasi peremajaan sawit di Hotel Matos Mamuju yang dihadiri pihak Kementerian Pertanian, Selasa 28 Agustus.

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengatakan dua kabupaten mendapat bantuan peremajaan sawit bagi para petani yakni Pasangkayu 2.500 hektare dan Mamuju Tengah 2.500 hektare.

“Saya merasa sangat bahagia, karena ini salah satu program yang pernah saya gagas dari hasil sharing saya dengan Dirjen Pertanian beberapa bulan lalu. Alhamdulillah direalisasikan tahun 2018 ini,” kata Enny.

Ia menambahkan sebenarnya Pemprov belum mendapat tahun ini. Namun berkat usaha dan kerja keras semua pihak akhirnya direalisasikan tahun 2018.

“Berikutnya akan dilakukan penambahan-penambahan untuk kabupaten lain yang penting pendataan tanah yang real dan tepat sasaran. Jadi 25 hektare akan diberikan setiap petani dan juga diberikan KUR sebanyak Rp25 juta kepada petani,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Sulbar Tanawali mengungkapkan saat ini sementara jalan verifikasi petani yang akan mendapatkan bantuan peremajaan sawit.

“Bibit yang kita siapkan ini kurang lebih 1 juta. Jadi dananya nanti masuk di rekening kelompok, kemudian mereka yang melakukan pembelian bibit. Namun kita merekrut petugas di kecamatan untuk mengawal itu karena jangan sampai mereka salah membeli bibit,” ungkap Tanawali.

Dengan demikian para petani akan merasa lega dan peningkatan produksinya akan meningkat dengan adanya bantuan peremajaan sawit dari pemerintah.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian RI Muhammad Anas menuturkan sawit merupaka primadona komuditi Indonesia, sehingga pihaknya ingin sawit menjadi nomor satu dunia maka pemerintah menggenjot memberikan bantuan peremajaan sawit kepada petani untuk meningkatkan produksinya.

“Kurang lebih 5,6 juta sawit yang perlu peremajaan, itu menjadi keutamaan kita makanya kita programkan benih unggul bersetifikat. Maka dengan adanya bantuan benih-benih kepada petani bisa mencapai 8 ton CPO, inshaAllah kalau ini dimaksimalkan maka Sulbar akan menjadi pertumbuhan ekonomi sangat tinggi,” jelas Anas.

Selain itu, lanjut Muhammad Anas, dari bantuan tersebut perlunya dukungan dan komitmen pemda sampai petani. Perlu juga identifikasi penerima bantuan jangan sampai bukan lahannya, lahan sengketa maupun lahan hutan lindung.

“Makanya kita perlu kesepahaman bersama untuk syarat-syarat mendapatkan bantuan tersebut. Kita akan cek in ricek penerima bantuan mulai dari sertifikat tanahnya sampai kawasannya. Kalaupun masuk kawasan hutan lindung Presiden juga memberikan keringanan, makanya kita utamakan lahan pribadi petani,” terangnya.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian yang juga Ketua Panitia Sosialisasi Peremajaan Sawit Abdul Waris Bestari menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari dengan memberikam pemahaman kepada semua pihak terkait bantuan dari Kementerian.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengkronisasikan para peran stakeholder yang ada dalam mendukung peningkatan produksi kelapa sawit. Semoga pelaksanaan ini berjalan lancar dan sukses sehingga bisa digunakan oleh para petani kita di Sulbar,” tandasnya. (hab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top