Kajian Fiskal Regional, Aktivitas Ekonomi Sulbar Didominasi UMKM – Sulbar Express
Mamuju

Kajian Fiskal Regional, Aktivitas Ekonomi Sulbar Didominasi UMKM

DJBPN Sulbar menggelar diseminasi kajian fiskal regional triwulan II tahun 2018, Kamis 6 September 2018.

sulbarexpress.co.id, MAMUJU – Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulbar melaksanakan diseminasi kajian fiskal regional Sulbar triwulan II tahun 2018, Kamis 6 September.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber yakni dari Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Sulbar), BPS, Bappeda, dan Kanwil DJBPN Sulbar.

Kepala DJBPN Sulbar Saiful Islam mengatakan 31 Agustus 2018, total dana APBN yang telah dibelanjakan untuk wilayah Sulbar telah mencapai Rp6,38 triliun atau sebesar 63 persen dari total pagu Rp10,11 triliun.

“Dari belanja tersebut, realisasi lebih besar ditujukan pada transfer daerah dan dana desa yang mencapai Rp4,6 triliun seperti DAK fisik, yang hingga periode sama telah tersalur Rp544 miliar dari pagu Rp841 miliar,” kata Saiful.

Ia menambahkan untuk dana desa sendiri telah tersalur dari rekening kas umum daerah sebesar Rp282,9 miliar dari 575 desa lingkup Sulbar yang menerima alokasi dana desa. Namun masih ada 60 desa yang belum menerima penyaluran dana desa tahap II dari rekening umum kas daerah.

“Komposisi aktivitas ekonomi Sulbar didominasi oleh pelaku UMKM. Sehingga kita perlu memperluas permodalan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peningkatan ekonomi Sulbar,” tambahnya.

Saiful juga menyampaikan dengan meningkatkan perekonomian Sulbar perlunya sinergitas yang kuat antara pemangku kepentingan agar dapat ditularkan ke masyarakat.

“Pengelolaan fiskal merupakan komponen utama dalam mendukung pembangunan suatu daerah. Sehingga diharapkan saling bersinergi agar iplementasinya dapat membuahkan hasil yang optimal bagi masyarakat Sulbar,” ungkap Saiful.

Sedangkan, Kepala Kpw BI Sulbar Dadal Angkoro mengungkapkan skema bantuan yang diberikan pemerintah dalam program KUR dimaksud merupakan skema subsidi bunga, bukan dalam bentuk dana pinjaman.

“Untuk itu, diharapkan peran aktif dari instansi terkait untuk melakukan edukasi dan pendampingan kepada para debitur atau calon debitur agar dapat mengelola dengan baik dana KUR yang diterima sehingga memiliki tingkat pengembalian yang baik,” tandasnya. (hab/sol)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top