Tangani Eks Korban Banjir di Kecamatan Kalukku, Pemkab Lakukan Sejumlah Kebijakan

oleh -140 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemkab Mamuju tidak mau berdiam diri melihat penderitaan eks korban banjir di Kecamatan Kalukku, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Berbagai upaya telah dan akan dilakukan oleh Pemkab Mamuju daklam mengangaini anak-anak koraban banjir di Kecamatan Kalukku. Upaya ini sebagai cara untuk mencari solusi bagi para korban.

Bupati Mamuju Habsi Wahid saat dikonfirmasi mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak-anak korban banjir. Apalagi masih banyak anak usia sekolah dasar yang hingga saat kemarin masih enggan menempati sekolah mereka yang terkena banjir dan memilih terus bertahan di tenda pengungsian. Bahkan mereka berinisiatif melakukan proses belajar-mengajar di tenda-tenda darurat.

Pemkab Mamuju yang tidak ingin persoalan itu berlarut dan merugikan anak-anak, akhirnya mengambil beberapa langkah startegis. Dimulai dengan merelokasi sementara 44 siswa yang menjadi korban banjir ke SD Gentungan yang letaknya beberapa kilo meter dari titik pengungsian, hingga segera membangun sekolah baru bagi mereka di dekat lokasi pengungsian di kampung Kamaraang, Lingkungan Gentungan, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku.

“Kami sangat priharin dengan kondisi ini. Kami tidak bisa membiarkan hal ini terus berlarut hingga tidak ada solusi karena akan sangat menganggu perkembangan psikologi anak, mereka harus mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Bupati.

Oleh sebab itu, sambung Bupati, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemkab telah menyiapkan beberapa solusi. Yang pertama akan disiapkan bus sekolah yang akan mengantar jemput mereka ke sekolah yang telah ditunjuk sebagai tempat sementara.

“Yang kedua kita akan bangunkan secepatnya sekolah baru di tempat yang mereka inginkan. Jadi tidak adalagi anak yang tidak sekolah,” imbuh Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Mamuju Murniani menjelaskan, meski masih bersifat semi permanen, bangunan sekolah yang ditarget dapat selesai dalam satu bulan ini akan mampu menampung anak hingga tiga kelas dan berada sekitar lokasi pengungsian warga.

Sementara untuk relokasi siswa ke SD Gentungan telah disepakati mereka akan menggunakan sekolah itu setiap sore sehingga tidak saling mengganggu dengan jam pelajaran siswa di SD Gentungan.

Camat Kalukku Syarifuddin Callang mengaku bersyukur atas respon dan langkah kongkrit Pemkab Mamuju dalam mengatasi kesulitan warganya. Ia memastikan telah membangun kesepakatan dengan orang tua siswa dan para guru untuk melakukan proses pendidikan sementara di SD Gentungan.

“Jadi tidak ada lagi alasan kalau siang sudah dijemput mobil bus sekolah anak-anak dan gurunya harus langsung pergi ke sekolah sementara mereka di Gentungan. Ini demi kepentingan masa depan mereka juga,” kata Camat Kalukku. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *