Siswa MTs Polewali Dipukul Hingga Pingsan, Tersangka Hanya Wajib Lapor

oleh -145 views

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Penganiayaan anak di bawah umur yang mengakibatkan korbannya pingsan tak sadarkan diri kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, kali ini menimpa seorang siswa Madrasah Tsanawiyah DDI Polewali.

Kasus ini telah ditangani Polsek Polewali berdasarkan SP2HP pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan dengan rujukan LP/17/III/2019/Sek-Pol/tanggal 24 Maret.

Meski demikian, keluarga korban sangat menyayangkan penanganan kasus tersebut karena setelah dilaporkan ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Polewali tanggal 24 Maret bulan lalu, dua orang pelaku penganiayaan belum juga ditahan justru hanya disuruh wajib lapor, terlebih, keluarnya aturan bahwa biaya pengobatan korban penganiayaan tidak ditanggung BPJS.

“Saya tiga kali ke Polsek Polewali bolak balik untuk melengkapi berkas laporan membawa akte kelahiran anak saya dan saksi. tapi kenapa tersangka belum ditahan sampai sekarang, apalagi korban penganiayaan itu tidak ditanggung BPJS,” kata Ibu korban Husdiana saat ditemui, Kamis 11 April.

Selain itu, kata Husdiana, setelah melaporkan kasus pemukulan putranya, ia pun kemudian mencari keberadaan rumah pelaku dengan membawa saksi yang melihat putranya dianiaya.

“Saya setengah mati cari rumah pelaku, keliling naik motor kemudian setelah saya dapat pelaku, saya kembali datangi Polsek Polewali untuk memberikan informasi kepada polisi,” tambahnya.

Sementara itu, MA saat dikonfirmasi menceritakan penganiayaan yang menimpa dirinya berawal saat ia mengendarai motor berboncengan bersama temannya ke arah jalan pantai Bahari menuju Jalan Masjid Jami untuk pergi membeli nasi kuning, Namun tiba-tiba dihadang oleh pelaku yang langsung memukul korban pada bagian matanya, usai pukulan kedua dilayangkan korban mengaku sudah tak sadarkan diri.

“Saya dihadang pas di perempatan Tanro, pake motor matic berboncengan tiga dan langsung memukul, teman saya waktu itu lari saat melihat saya dihajar, saya tidak melawan karena dia sepertinya sudah tua dan badannya besar,” ungkap MA.

Ia menambahkan dirinya baru sadar setelah dibawa ke Puskesmas Massenga oleh warga.

“Mungkin orang yang kebetulan melintas mau beli nasi kuning bawa saya ke Puskesmas,” ujar MA.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Polewali AKP Syamsurijal menjelaskan penanganan kasus penganiayaan tersebut akan terus berlanjut sepanjang belum ada kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak pelapor dan terlapor.

“Pelakunya juga masih dibawah umur, seumpama tidak ada kesepakatan prosesnya tetap lanjut, misal contohnya pelaku divonis dua bulan kemudian jika tersangka sudah jalani satu bulan berarti dia jalani sisa satu bulan lagi,” terangnya.

Senada, Kanit Reskrim Polsek Polewali IPDA Rusli menuturkan pelaku tidak ditahan karena masih dibawah umur namun pelaku tetap disuruh wajib lapor, penanganannya pun sudah ditingkatkan dari status lidik menjadi sidik.

“Karena kemarin masih penyelidikan sebab pelakunya belum jelas, nah setelah dikasih informasi akhirnya kita datangi, ternyata anaknya putus sekolah dan bekerja kuli bangunan,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *