Jalan Ulumanda Kurang Perhatian, Aliansi Mahasiswa Demo Pemprov Sulbar

oleh -328 views
foto: HABLUDDIN
AKSI DAMAI. Massa aliansi mahasiswa menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Sulbar, Rabu 10 April 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Aliansi mahasiswa yang tergabung beberapa organisasi kemahasiswaan melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulbar menuntut pekerjaan jalan Ulumanda, Rabu 10 April.

Koordinator aksi M Rijal mengatakan semenjak Sulbar memisahkan diri dengan Sulsel, Kecamatan Ulumanda selalu dianak tirikan dalam pembangunan infrastrukur.

“Pemerintah selalu sibuk membangun yang dekat kota saja dan tidak pernah menyentuh daerah terpencil seperti Ulumanda di Majene,” kata Rijal.

Ia menambahkan akses jalan yang sangat parah membuat masyarakat Ulumanda sangat merasakan kesusahan untuk membawa hasil pertaniannya ke kota untuk diperjual belikan.

“Begitupun sektor kesehatan meskipun sudah ada sarana Puskesmas atau Pustu namun masyarakat yang butuh perawatan di RS Majene selalu terhambat dengan akses jalan yang sangat parah. Sudah ada dua kasus dari tahun berbeda masyarakat meninggal dunia akibat lambat mendapat pelayanan kesehatan akibat jalanan yang parah,” tambahnya.

Rijal juga menyampaikan pada sektor Pendidikan ada beberapa sekolah SD tidak beraktivitas proses belajar mengajar, karena gurunya tidak hadir akibat akses jalan yang sangat parah dan susah ditembus.

“Bahkan gedung sekolah tersebut dijadikan gudang hasil perkebunan nilam masyarakat setempat. Termasuk juga bahan pokok atau sembako lebih mahal daripada harga pada umumnya. Makanya kami disini untuk menuntut dan mendesak pemerintah segera bertindak,” ungkap Rijal.

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana mengungkapkan bukan hanya adik-adik mahasiswa merasa miris atas kejadian di Ulumanda. namun pemerintah juga miris kondisi disana terutama pada infrastrukturnya.

“Kita tahu Ulumanda itu potensial karena di situ banyak perkebunan yang menjadi potensi bagi daerah Sulbar. Namun kita harus pahami juga untuk menguntaskan jalan Ulumanda dengan kondisi saat ini butuh anggaran yang cukup besar sekitar Rp.100 juta miliar dan kita tidak mampu selesaikan itu,” ucap Junda.

Sementara itu, lanjut Junda, tahun lalu Pemprov menganggarkan Rp.9 miliar pembangunan jalan dan terealisasi sekitar Rp4,5 miliar. Tahun inipun pihaknya menganggarkan Rp.9 Miliar.

“Jadi sisah tahun lalu kita masukan tahun ini, sehingga ada penambahan. Jadi tahun ini ada kurang Rp.13 miliar. Secara keseluruhan saja kita butuh sekitar Rp.900 miliar anggaran untuk pembangunan jalan Provinsi dan setiap penganggaran yang paling tinggi itu ada di Ulumanda,” ujar Junda.

Selain itu, untuk pekerjaan tahun ini pihaknya membeberkan bahwa sudah masuk dalam tahap pelelangan, setelah ada pemenang tender baru akan dimulai dikerjakan.(hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *