Didukung Anggaran Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan Siap Bayar Klaim FKTP

oleh -209 views

POLMAN, sulbarexpress.fajar.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Kesehatan Cabang Polman menggelar konfrensi pers di ruang pertemuan lantai dua kantornya Jalan Ratulangi, Selasa 16 April.

Kepala BPJS Polman Harie Wibhawa mengatakan saat ini BPJS telah
menggelontorkan dana sebesar Rp.11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami,” kata Harie.

Menurutnya, rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu saja transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

“Menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Harie juga menyampaikan kantor BPJS kesehatan Cabang Polewali terdapat 75 FKTP berasal dari Kabupaten Polman 33 FKTP, Majene 20 FKTP dan Kabupaten Mamasa 22 FKTP ditambah tiga FKRTL yang masing masing Kabupaten terdapat satu FKRTL yang telah dibayarkan baik kapitasi, klaim non kapitasi dan tagihan klaim FKRTL oleh BPJS Kesehatan Polewali.

“Adapun total pembayaran klaim yang dilakukan kantor Cabang Polewali tanggal 4 April 2019 sejumlah Rp. 12.002.984.098 dan tanggal 16 April 2019 sebesar Rp 4.587.948.322 dengan rincian terlampir, kemudian pada tanggal 15 April 2019 dibayarkan lagi kapitasi sebesar Rp. 4.327.468.114 dan denda keterlambatan bayar klaim pada tanggal 9 April 2019 sebesar Rp. 230.028.357,” ungkap Harie.

Sementara itu, Harie berharap ajuan klaim tidak ada lagi yang tertunda, sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu.

“Pembayaran klaim dapat berjalan dengan baik sehingga pelayanan dalam RSUD dapat lebih ditingkatkan dan ada rasa kepuasan bagi pemegang JKN KIS,” tandasnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *