PSR 2019, Sulbar Target 6.429 Hektare

oleh -134 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah pusat bekerjasama dengan Pemprov melalui Dinas Pertanian Sulbar melaksanakan sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di D’Maleo Hotel Convention Mamuju, Senin 22 April.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Sulbar Abdul Waris Bestari mengatakan sosialisasi peremajaan sawit Rakyat (PSR) merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya dimana program tersebut dari pemerintah pusat.

“Tahun tanam kelapa sawit kita yang ada di Sulbar ada pada tahun 1988-1989, tentunya kalau kita lihat dilapangan tanaman ini secara tekhnis kita masih bisa berovolusi dengan baik,” kata Waris.

Ia menambahkan untuk memanen yang tingginya kurang lebih 20 meter sangat membutuhkan pekerjaan yang profesional, makanya pusat menganggarkan dana untuk peremajaan sawit diseluruh indonesia termasuk di Sulbar.

“Kami sangat harapkan kepada perwakilan pusat dapat menjelaskan kepada kita semua agar peremajaan kelapa sawit 2019 ini dapat kita sukseskan, mudah-mudahan Sulbar merupakan provinsi yang pertama melakukan realisasi peremajaan sawit sepanjang tidak menyalahi aturan,” ucap Waris.

Sedangkan, Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengungkapkan sangat mengapresiasi atas respon baiknya kabupaten dalam program peremajaan sawit rakyat yang dilakukan pemerintah.

“Tahun 2018 lalu kita telah realisasikan peremajaan sawit rakyat sebanya 5.000 hektare, dimana 2.500 untuk Pasangkayu dan 2.500 untuk Mateng,” ujar Enny.

Enny juga menyampaikan untuk PSR tahun ini pihaknya menargetkan 6.429 hektare bisa realiasasi, sehingga bisa mempengaruhi pembangunan Sulbar terutama pada sektor ekonomi dan kesejahteraan petani.

“Tahun ini kita targetnya realisasi 6.429 hektare, meskipun tahun lalu adanya keterlambatan laporan dari masing-masing kabupaten diharapkan tahun ini bisa dipercepat laporannya, karena ini kesempatan kita untuk menerima PSR, terutama mempercepat pendataan petaninya, apalagi potensi PSR kita di Sulbar skitar 15.000 hektare lebih. Dimana tahun lalu hanya mampu 30 persen tercapai, semoga tahun ini bisa mencapai target kita,” ungkap Enny.

Sementara itu, lanjut Enny upaya PSR merupakan pembangunan berkelanjutan untuk Sulbar kedepan, terutama peningkatan perekonomian dan kesejahteraan petani.

“Ini juga sekaligus berkelanjutan sektor pertanian yang merupakan komoditi unggulan Sulbar, sehingga meningkatnya ekspor sawit,” tandasnya. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *