KPPS TPS 1 Saluleng Dilaporkan Curang, KPU Mamasa Lakukan PSU

oleh -118 views
Staf KPU Mamasa Melakukan Persiapan Logistik PSU TPS 1 Saluleang

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa, akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Desa Saluleang, Kecamatan Tabulahan, Sabtu 27 April.

PSU ini menindak lanjuti rekomendasi yang dikeluarkan Panwascam terhadap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tabulahan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS yang bersangkutan.

Pelanggaran yang dimaksud yakni, diduga ada kesengajaan secara kolektif yang dilakukan KPPS mewakili pengguna hak pilih untuk mencoblos surat suara Pemilu.

Dimana pada saat pemungutan suara, ada delapan orang wajib pilih yang ketahuan tidak hadir saat pemungutan suara berlangsung.

Sementara dari 141 wajib pilih yang terdaftar di DPT, wajib pilih yang menggunakan hak pilih di TPS itu dinyatakan 100 persen. Hal itu terjadi saat pemungutan suara berlangsung di TPS 1 Saluleang 17 April 2019 lalu.

Sebelumnya, kejadian itu sempat dilaporkan salah seorang tim sukses salah satu Calon Legislatif (Caleg) Partai Hanura kepada Panwasacam Tabulahan, dua hari pasca pemungutan suara.

Berdasarkan laporan itu, Bawaslu Mamasa melakukan investigasi di lapangan. Dari hasil investigasi itu, muncullah surat rekomendasi yang dikeluarkan Panwascam Tabulahan untuk dilakukan PSU.

Sehubungan dengan itu, saat ini KPU Mamasa tengah mempersiapkan logistik PSU untuk TPS yang bersangkutan.

“Kita lakukan PSU besok, hari ini C6 akan dikirim ke Desa Saluleang,” ungkap Ketua KPU Mmasa, Joni Rambulangi, saat dikonfirmasi Jumat 27 April.

Ia menambahkan pihaknya melakukan PSU berdasarkan rekomendasi yang dikeuarkan pihak Panwascam, terkait pelanggaran yang dilakukan penyelenggara tingkat TPS.

“Ada beberapa pemilih yang diduga diwakili karena tidak berada ditempat,” tambahnya.

Joni juga menyampaikan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT TPS 1 Saluleang sebanyak 141. Dari jumlah itu, dinyatakan pemilih yang menggunakan hak pilihnya 100 persen.

Atas kejadian ini Joni sangat menyesali kinerja pihak Pengawas TPS. Pasalnya, saat pemungutan dan penghitungan suara berlangsung di TPS yang bersangkutan, pihak Pengawas TPS tidak mengajukan keberatan. Dengan demikian, Joni menilai pihak Pengawas TPS tidak melakukan tunggung jawab dengan benar.

“Bisa dikata mereka tidak bekerja, kenapa setelah perekapan di PPK baru ada yang keberatan,” sesalnya.

Sementara itu, lanjut Joni pihaknya akan tetap melakukan PSU, dimana surat suara yang dibutuhkan untuk PSU yang akan dilakukan Sabtu 27 April 2019, yakni sebanyak 144, termasuk surat suara tambahan.

PSU ini akan dilakukan untuk pemilihan Calon Presiden dan Wakil, sampai pada DPRD Kabupaten Mamasa. Untuk kebutuhan surat suara kata dia, disiapkan empat jenis oleh KPU Provinsi dan satu jenis yang disediakan oleh KPU Mamasa yakni surat suara pemilihna DPRD Kabupaten. (sam/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *