Kesbangpol Sulbar Tegaskan Pentingnya Kerukunan Bangsa

oleh -74 views
Kesbangpol Sulbar gelar dialog kebangsaan di Polman

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Bidang ideologi dan wawasan kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat menggelar dialog kebangsaan bersama 50 peserta dari sejumlah komunitas keagamaan, budaya dan mahasiswa, kegiatan tersebut berlangsung di ball room lantai dua Hotel Lilianto, Kelurahan Polewali, Kabupaten Polman, Selasa 29 April.

Dialog kebangsaan ini mengambil tema” Memperkuat lintas Sara dalam memperkuat bangsa untuk Sulbar malaqbiq” dengan tiga orang narasumber yaitu Sekertaris Kesbangpol Sulbar Muhammad Salil, Sekertaris Kesbangpol Polman Alimuddin dan Budayawan Mandar Ridwan Alimuddin,

Sekertaris Kesbangpol Polman Alimuddin mengatakan pengertian membantu mewujudkan cita cita luhur bangsa indonesia sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar yaitu melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara itu ada empat yakni nilai toleransi, keadilan, gotong royong dan nilai kerukunan, artinya kita harus mau memahami orang lain,” kata Alimuddin.

Ditempat yang sama, Sekertaris Kesbangpol Sulbar Muh Salil menuturkan tujuan inti kegiatan dialog ini untuk menjaga masyarakat Provinsi Sulbar senantiasa hidup rukun dan damai, Sebab kata, Salil, di Sulbar ini bersifat Indonesia mini karena didiami berbagai suku bangsa dan agama.

“Tetapi melalui dialog ini kita senantiasa menjaga kerukunan umat beragama sehingga selalu aman dan damai, itu paling intinya,” ucap Muh. Salil.

Ia berharap para peserta yang hadir senantiasa menyebarkan informasi yang sejuk agar kerukunan tetap terjaga dan menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kalaupun ada kesenjangan pembangunan itu karena pemerintah tidak bisa langsung menyelesaikan seluruhnya tapi akan dilakukan bertahap,” ungkap Salil.

Sedangkan, Budayawan Mandar Ridwan Alimuddin mengungkapkan dari segi kebudayaan dan Sejarah, suku mandar terbagi atas dua definisi yakni mandar sebagai suku dan mandar geopolitik yang banyak diperdebatkan.

“Bhineka tunggal ika memiliki arti yang sama dengan sipamandaq, menurut saya Sipamandaq itu bersifat seperti sungai mandar dimana banyak sungai yang mengalir ke sungai itu sehingga sipamandaq dideklarasikan saat itu di lamuang batu,” ujar Ridwan.

Terpisah, Kepala Seksi Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Sulbar Putri Anindi menyampaikan pelaksanaan dialog kebangsaan tahun ini rencananya hanya akan dilaksanakan di dua kabupaten di Sulbar yakni Polman dan Majene.

“Kalau untuk saat ini rencana di Polewali dan Majene, karena yang pertama disitu banyak suku dan ras yg senantiasa berkonflik, saya rasa juga masih kental sekali budayanya, apalagi di Mamuju sudah pernah tahun lalu,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Putri anggaran untuk menggelar dialog tersebut sebesar Rp. 200 juta dengan rincian biaya Rp. 100 juta per titik.

“Anggarannya Rp. 200 juta, kemudian pesertanya sekitar 50.orang, ” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *