Sepanjang Ramadan, UTD PMI Gelar Donor Darah di Masjid

oleh -105 views

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Dorong partisipasi masyarakat mendonorkan darahnya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Polman kembali menggelar kegiatan donor darah di depan masjid sepanjang bulan Ramadan.

Kegiatan bakti sosial donor darah tersebut dilaksanakan malam hari sesudah salat tarawih, dimana mobil bus UTD PMI mendatangi masjid yang sudah masuk dalam jadwal.

“Sebelumnya kami koordinasi sama pengurus masjidnya dulu. Kalau sudah deal maka kami minta jadwalnya,” kata dokter UTD PMI Polman, dr Ira Anastasya.

Kendati demikian, dr Ira Anastasya menuturkan karena terbatasnya waktu maka tidak semua masjid di Polman akan dikunjungi. Rencananya seperti tahun sebelumnya masjid terjauh yang akan dikunjungi hanya mentok sampai Kecamatan Wonomulyo.

“Masjid Almuttaqqin di pantai Bahari, Polewali yang pertama kita datangi karena sudah tersusun jadwalnya. Kita takut pulangnya tengah malam kalau terlalu jauh,” ungkap Ira Anastasya.

Menurutnya, kegiatan donor darah intensif dilakukan lantaran meningkatnya kebutuhan darah di rumah sakit sekaligus mengantisipasi penurunan jumlah pendonor saat bulan puasa.

“Apalagi terlalu banyak permintaan darah daripada stok yang tersedia. Jadi kita memanfaatkan jemaah masjid usai tarwih di bulan Ramadan,” ujar Ira Anastasya.

Ia menambahkan pada hari pertama kegiatan donor darah di masjid Almuttaqin baru berhasil melayani belasan jamaah. Hal itu lantaran tidak semua pendonor dapat diterima karena harus melewati sejumlah persyaratan medis.

“Mereka harus pendaftran dulu baru kita tensi sambil kita tanya mengenai kesehatannya apakah ada riwayat penyakitnya apakah lagi minum obat atau apa? Sampai memenuhi syarat mendonor,” beber Ira Anastasya.

Setelah pendonor lolos dari pemeriksaan dokter konseling, kemudian pendonor akan diperiksa Hemoglobin (HB)-nya untuk memastikan kestabilan kadar HB-nya.

“Apakah HB-nya normal atau tidak, kalau HB-nya tinggi atau rendah maka tidak dibolehkan mendonor,” terang Ira Anastasya.

Selain itu, kata Ira Anastasya, lantaran tidak memenuhi syarat mendonorkan darahnya ada enam orang pendonor terpaksa ditolak pada hari pertama di masjid Almuttaqin.

“Ada pendonor yang tertolak karena tidak memenuhi syarat seperti tensinya tinggi. Lagi minum obat sakit kepala, dan bermasalah pada HB-nya,” tandasnya. (ali/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *