BKKBN Kekurangan Petugas Lapangan

oleh -32 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulbar melakukan konferensi pers dalam rangka mengevaluasi capaian Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Sulbar.

Evaluasi nyang dilakukan Perwakilan BKKBN Sulbar ini bersumber dari laporan enam kabupaten. Hasilnya, Capaian program KKBPK di Sulbar dinilai belum maksimal.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Andi Ritamariani mengatakan rendahnya capaian program tersebut disebabkan masih kurangnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang berperan disetiap kabupaten.

“Tugas daripada PLKB ini melakukan intervensi melancarkan porgram KB. Namun hasilnya belum maksimal,” kata Andi Ritamariani, Rabu 29 Mei.

Ia menambahkan LPKB sudah berusaha menjalankan tugasnya, tapi hasilnya dapat dilihat, itu belum maksimal.

“Ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program KB adalah angka prevalensi pemakaian kontrasepsi (CPR). Angka prevalensi dimaksud, jika melihat angka di tahun 2018, capainnya hanya 45,30 persen. Setelah melakukan evaluasi, permasalahannya ada pada faktor minimnya PLKB,” tambahnya.

Andi Ritamariani juga menyampaikan kurang maksimal tersebut akan dilakukan pembinaan agar pelaksanaannya bisa maksimal dan capaiannya bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Apalagi KB diwajibkan memang dilakukan pemetaan, sehingga target 2019 ini bisa dicapai dengan maksimal. Karena akan sulit melaksanakan program apalagi memprioritaskan kalau tidak dilakukan pemetaan terlebih dahulu,” ungkap Andi Ritamariani.

Selain itu, lanjut Andi Ritamariani setelah dilakukan pembinaan diberikan waktu satu bulan untuk memperbaiki kinerjanya dilapangan.

“Jadi semoga tahun ini bisa mencapai target. Karena kita upayakan melakukan advokasi, supaya pemerintah membantu Petugas Lapangan KB (PLKB) dibantu melalui APBN, sehingga dapat melakukan pengangkatan tenaga kontrak melalui bantuan APBD itu,” tandasnya.

Adapun capaian PB pria tertinggi kabupaten Majene 79.82 persen, sedangkan PB pria terendah kabupaten Mateng hanya 5.30 persen. Sedangkan capaian PB wanita tertinggi kabupaten Majene 33.80 persen, sedangkan PB wanita terendah kabupaten Mateng 17.80 persen.

Sementara, secara umum seluruh kabupaten telah memenuhi target CPR yakni 53, 25 persen. Sedangkan capaian CPR sampai dengan bulan April kabupaten Mamasa sebesar 79,07 persen, sedangkan CPR yang terendah sampai bulan Maret kabupaten Mamuju sebesar 64,07 persen. Untuk capaian CPR Sulbar sebesar 69,73 persen dari target 53,25 persen.(hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *