Bangun Semangat Baru, Disrumkintan Polman Gelar Halalbihalal

oleh -64 views
Disrumkintan Polman gelar halalbihalal

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Dalam rangka membangun semangat baru Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disrumkintan) Kabupaten Polman menggelar acara halal bi halal bersama segenap Aparatur Negeri Sipil (ASN), pegawai honorer serta tim fasilitator program bedah rumah.

Kegiatan tersebut digelar di halaman kantor Disrumkintan Polman berlangsung dalam suasana penuh keakraban, Senin 10 Juni.

Plt Kepala Disrumkintan Polman Andi Mahadiana Djabbar mengatakan setelah melakukan ibadah puasa di bulan ramadan selama sebulan penuh maka pada acara halal bi halal ini bertujuan membangun jiwa dan semangat baru serta meningkatkan keimanan dalam upaya mengiringi pelaksanaan program kerja Disrumkintan selanjutnya.

“Dengan modal keimanan akan mengimbangi pekerjaan untuk bekerja lebih bagus dari sebelumnya. Jadi kita harapkan budaya halal bi halal dapat berjalan secara berkelanjutan supaya rasa persaudaraan bukan hanya di dalam pekerjaan tapi diluar dari pekerjaan silaturrahmi itu selalu ada,” kata Andi Mahadiana.

Lanjutnya, khusus pegawai lingkup Disrumkimtan diharapkan tidak hanya memberi bangunan rumah kepada masyarakat, namun bagaimana bisa membangun rumah di akhirat dengan saling bermaaf-maafan sehingga Mohon maaf lahir dan batin jangan cuma lahirnya saja tapi batinnya juga, supaya rasa persaudaraan lebih bertambah lagi.

“Sahnya itu harus saling ketemu bermaaf-maafan berjabat tangan bukan hanya ucapan maaf dikirim lewat akun Whatsapp, mari kita sehatkan hati, jiwa, dan raga kita,” ucap Andi Mahadiana.

Ditempat yang sama, Uztad Zulfikar dalam ceramahnya mengungkapkan Allah SWT jikalau mencintai hambanya maka akan diberikan ujian, olehnya tejadinya kerusakan di muka bumi baik di daratan dan lautan terjadi bukan karena ulah siapa tetapi ulah manusia itu sendiri.

“Kita lihat sendiri di Palu tempat-tempat maksiat hancur karena gempa bumi dan tsunami tapi masjid yang notabene lebih kecil tidak hancur sama sekali,” ungkap Zulfikar.

Zulfikar juga menyampaikan meski demikian, Kota Palu bisa kembali bangkit lantaran masyarakatnya mengambil pelajaran atas musibah yang terjadi dan itu berarti mereka orang yang lebih baik.

“Waktu di akhir zaman berjalan lebih cepat, maka siapa yang berpuasa di bulan suci ramadan dan shalat malam dengan berharap ridho dari Allah, insha Allah dosa-dosa kita diampuni seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Zulfikar dosa yang diampunkan di bulan ramadan adalah hablu minallah yaitu dosa kita dengan Allah tapi hablu minannash dosa kita sesama manusia belum tentu diampunkan maka dengan halal bi halal setiap umat muslim bisa saling bermaaf maafan saling berjabat tangan.

“Rahmat Allah tidak akan turun apabila di dalam kantor dan rumah tersebut ada orang yang memutuskan silaturrahmi, sebaik baik manusia adalah orang yang pertama meminta maaf,” tandasnya.(ali/hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *