Kuota Pelunasan BPIH Tahap Keempat, Sulbar Masuk Empat Besar

oleh -33 views

JAKARTA, SULBAR EXPRESS – Pemberangkatan haji 2019 tidak sampai sebulan lagi. Namun Kementerian Agama (Kemenag) masih membuka pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap keempat. Sebab masih ada sisa kuota sebanyak 575 kursi.

Kuota yang tersisa memang hanya 575 kursi. Namun Kemenag membuka pelunasan tahap keempat untuk 1.285 orang calon jamaah haji (CJH). Sebab ada kuota cadangan yang ditetapkan sebanyak 710 orang.

Kasubdit Pendaftaran dan Pelunasan Haji Reguler Kemenag Mukhammad Khanif menuturkan sampai sekarang jadwal pelunasan belum ditetapkan.

“Kemungkinan pekan depan” katanya saat dikonfirmasi kemarin.
Khanif juga menjelaskan nama-nama CJH yang berhak melunasi BPIH di tahap keempat itu juga belum ditetapkan.

Khanif menegaskan bahwa kuota yang tersisa hanya 575 kursi. Sementara 710 kuota statusnya adalah jamaah cadangan. Mereka nanti menggisi sisa kursi jika dari 575 kuota ada yang tidak melunasi. Kemudian kuota cadangan juga bisa mengisi kuota jika ada CJH yang membatalkan keberangkatannya.

Ketentuan lain CJH kuota cadangan hanya bisa mengisi kuota kosong dari provinsi yang sama. Dalam pelunasan tahap keempat tidak tersedia untuk semua provinsi. Di Pulau Jawa, pelunasan tahap ketiga hanya tersedia untuk Provinsi DKI Jakarta dan Jogjakarta saja.

Menurut Khanif pelunasan tahap keempat sudah mepet dengan pemberkasan visa haji. Sehingga kemungkinan para CJH yang melunasi tahap ketiga akan masuk kloter-kloter tengah atau bahkan akhir. Namun tidak menutup kemungkinan ada CJH pelunasan tahap ketiga yang masuk kloter awal.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis menjelaskan pelunasan tahap ketiga dibuka karena masih ada sisa kuota setelah pelunasan tahap ketiga ditutup. Kemenag membuka pelunasan tahap ketiga karena mendapatkan kuota tambahan sebanyak 10 ribu kursi.

Yanis menyampaikan proses pelunasan BPIH reguler telah dilaksanakan dalam tiga tahap. Pelunasan tahap pertama digelar pada 19 Maret-15 April. Pelunasan tahap kedua pada 30 April-10 Mei. Sementara pelunasan tahap ketiga, yang bertujuan untuk pengisian 10 ribu kuota tambahan berlangsung pada 22-29 Mei lalu.

Di sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan jamaah rentan terserang virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Virus itu ditularkan oleh unta. Dia mengimbau jemaah haji untuk tidak mendekati unta.

Nila sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk antisipasi penularan virus MERS-CoV. Selain itu Nila juga mengimbau kepada jemaah haji agar tidak dekat dengan unta. “Tidak usah foto sama unta,” ucapnya.

Hal tersebut Menkes sampaikan untuk mengantisipasi penularan virus MERS-CoV dari unta ke jemaah Indonesia. Karena ketika virus tersebut menular ke jemaah Indonesia akan terbawa pulang ke tanah air. Belum lagi virus MERS-CoV tidak ada vaksinnya. “Virus ini tidak gampang dibuatkan vaksinnya, karena virus itu cepat berubah,” katanya.

65 Ribu Paspor Haji Mulai Divisa

Sebanyak 65 ribu paspor jamaah haji 2019 telah memasuki tahap pemvisaan. Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Nasrullah Jasam mengatakan, setelah proses pengelompokan (grouping) berdasarkan kloter sudah hampir selesai, untuk selanjutnya dilakuakan proses pemvisaan.

Ditambahkanya, data paspor jemaah yang sudah dikelompokkan berdasarkan kloter ini selanjutnya akan dikirim ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah untuk dilakukan pemaketan layanan. Layanan tersebut antara lain mencakup: akomodasi, transportasi, dan katering kepada jemaah haji.

Setelah melakukan pemaketan layanan, KUH KJRI di Jeddah akan menginput data tersebut ke dalam sistem pemvisaan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, bebernya.
Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 7 Juli 2019.

Nasrullah menargetkan visa jemaah kloter yang masuk dalam pemberangkatan pada gelombang pertama, bisa segera selesai. Semoga sebelum pemberangkatan kloter pertama, visa gelombang pertama sudah selesai, ujarnya.

Terkait dengan rekam biometrik, Nasrullah menambahkan bahwa saat ini sudah 80 persen jemaah haji yang sudah melakukan perekaman. Untuk jemaah yang belum melakukan rekam biometrik, itu bisa dilakukan pada saat berada di asrama haji sebelum keberangkatan, tandasnya.

Berdasar pada laporan harian Tim Penyelesaian dan Pemvisaan Paspor Jemaah Haji Tahun 2019 per tanggal 13 Juni 2019, masih terdapat 12 provinsi yang belum sama sekali mengirimkan paspor jemaah haji ke Sub Direktorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler. Provinsi tersbut diantaranya: Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku,Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Kalimantan Utara.

Sementara tiga provinsi dengan jumlah paspor terbanyak yang telah dikirim ke Sub Direktorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler adalah Jawa Barat (20.647 paspor). Jawa tengah (8.607 paspor), dan Jawa Timur (6.319 paspor).
“Sedangkan jumlah paspor dengan persentase tertingggi telah terkirim ke adalah Maluku Utara 99 persen Kalimantan Barat 93 persen dan Riau 82 persen,” tandasnya. (fin/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *