Cegah Praktek Jual Beli Kursi, Ombudsman Kawal Penerapan Sistem Zonasi PPDB

oleh -203 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Tim Ombudsman RI Sulbar kembali menerjunkan tim pemantau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sudah dimulai disejumlah sekolah, Selasa 18 Juni.

Tim Ombudsman akan konsen memantau impelementasi penerapan sistem zonasi PPDB disejumlah sekolah tingkat menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar mengatakan penerapan zonasi ini bertujuan untuk menghindari eksklusivitas dan diskriminasi di lingkungan pendidikan. hal lain kata dia, kebijakan zonasi juga demi meningkatkan akses pendidikan pada kelompok masyarakat kurang mampu.

“Lewat sistem zonasi itu, sekolah diharuskan untuk menerima minimal 90% siswa dari area sekitarnya dan hanya 5% kuota untuk calon siswa dari luar zona, sehingga bersama kita awasi prosesnya untuk mencegah terjadinya maladministrasi,” kata Lukman
.

Ia menambahkan dengan sistem zonasi, siswa diarahkan untuk memilih sekolah negeri yang dekat dengan rumahnya. Bahkan sekolah unggulan dipaksa menerima siswa dengan prestasi rendah yang tinggal didekat lokasinya untuk mengurangi beban biaya transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan.

“Ini juga amanat PP 66/2010, setiap sekolah negeri harus menampung minimum 20% anak tidak mampu,” tambahnya.

Lukman juga berharap penerapan zonasi PPDB ini kedepan dibarengi dengan pemerataan tenaga pengajar, karena dibeberapa tempat tim Ombudsman menerima keluhan orang tua siswa.

“Mereka memilih menyekolahkan anak di kota yang jauh dari domisilinya karena sekolah yang ada ditempat mereka proses pembelajaran kurang memadai lantaran kekurangan tenaga pengajar,” ungkap Lukman.

Sementara itu, lanjut Lukman pengawasan proses PPDB oleh Tim Ombudsman dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, adapun temuan akan dilaporkan kepada Ombudsman pusat.

“Temuan itu akan menjadi bahan evaluasi yang akan disampaikan dalam bentuk saran perbaikan kepada Kementrian Pendidikan,” tandasnya.(hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *