LIPI-Pemkab Majene Tandatangani MoU

oleh -166 views
MoU. Bupati Majene Fahmi Massiara bersama Kepala LIPI Dr Laksana Tri Handoko menandatangani MoU, di Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Jalan Gatot Subroto Kav. 10 Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene membuat nota kesepahaman dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Jalan Gatot Subroto Kav. 10 Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni.

Bupati Majene Fahmi Massiara didampingi Sekkab Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, Kepala Dinas PMD Majene Andi Amriana Chaerani menandatangani MoU dengan Kepala LIPI Dr Laksana Tri Handoko.

Dalam nota kesepahaman disebutkan, bahwa para pihak memiliki sumber daya dan kemampuan yang dapat diintegrasikan dan didayagunakan akan meningkatkan kinerja dan manfaat yang lebih besar bagi kedua belah pihak.

“Untuk dapat mendayagunakan sumber daya dan kemampuan secara optimal yang akan saling mengisi dan melengkapi serta memperkuat satu sama lain,” kata Fahmi melalui sambungan whatsapp Kasubag Protokoler Humas Setda Majene Sufyan Ilbas.

Ia menyebut, Pemkab Majene selaku pihak kedua dan LIPI selaku pihak pertama pada beberapa kesepahaman dalam MoU, diantaranya mewujudkan kepedulian dan partisipasi para pihak dalam memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan Nasional.

“MoU juga meningkatkan potensi dan daya saing daerah secara optimal melalui penelitian, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan di Majene khususnya dan pembangunan Nasional pada umumnya,” terang Fahmi.

Dikatakan, untuk ruang lingkup nota kesepahaman telah meliputi penelitian, pengkajian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk menunjang kepentingan dan implementasi pengembangan dan pemanfaatan produk unggulan desa dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Pengkajian dan pelaksanaan pengembangan wilayah terpadu sesuai dengan daya dukung sumber daya dan lingkungannya, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertemuan ilmiah, seminar dan publikasi, tukar-menukar, pemanfaatan data dan informasi,” terangnya. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *