Mulai Efektif Pekan Depan, Tiket Rute Domestik Turun Bersyarat

oleh -305 views

JAKARTA, SULBAR EXPRESS – Pemerintah akhirnya menyiapkan skema penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat domestik.

Lewat skema ini, hargatiket pesawatmurah oleh maskapailow cost carrier(LCC/penerbangan hemat) rute domestik akan kembali bisa dinikmati masyarakat pekan depan.

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (20/6).Poin yang dijanjikan dalam rapat kemarin adalah para maskapai LCC harus menyediakan tiket pesawat rute domestik dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat dengan syarat tertentu.

Salah satunya, menjual tiket pesawat murah bisa dilakukan pada jam- jam tertentu. Sayangnya, tiket domestik murah ini tidak berlaku bagi maskapaifull serviceseperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

“Penurunan harga tiket penerbangan LCC domestik untuk jadwal penerbangan jadwal tertentu,” kata Darmin.

Rapat ini sebagai tindak lanjut dari penurunan TBA harga tiket pesawat yang efektif sejak sebulan lalu dan akan kita terus evaluasi secara berkala, tambah Darmin.

Diakuinya, kenaikan harga tiket pesawat sejak bulan November 2018 memang berdampak langsung pada jumlah penumpang. Dari catatan Kemenko Ekonomi, terjadi penurunan dalam empat bulan terakhir (Januari April 2019) sebesar 28 persen.

“Memang setiap tahunnya saat memasuki Kuartal I, tren jumlah penumpang udara cenderung menurun(off-peak season). Akan tetapi, tahun ini jumlah penurunan penumpang cukup rendah, yakni sebanyak 5,63 juta penumpang di bulan Februari 2019, atau turun 14,7 persen dibanding bulan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, secara Year on year (YoY), inflasi angkutan udara memang mengalami peningkatan. Namun sejak Bulan Mei 2019, laju inflasinya melambat, sebagai dampak kebijakan penurunan TBA

Tercatat sejak November 2018 tarif angkutan udara menjadi penyumbang tetap inflasi setiap bulannya,” jelas Darmin.

Sejak diberlakukan kebijakan TBA yang baru, inflasi tarif angkutan udara pada Bulan Mei tercatat hanya sebesar 1,13% (MtM), lebih kecil jika dibandingkan dengan Bulan sebelumnya yang nilai inflasinya mencapai 2,27 persen (MtM). “Meskipun secara tahunan inflasinya masih cukup tinggi, sebesar 27,85% (YoY), tambah Darmin.

Selain penurunan tiket pesawat, pemerintah bersama seluruh pihak terkait telah merumuskan kebijakan seperti komitmen bersama para maskapai udara, pengelola bandara, dan penyedia bahan bakar penerbangan untuk menurunkan biaya yang terkait dengan operasi penerbangan.

“Pelaksanaan dari kebijakan ini baru akan dilaksanakan efektif seminggu setelah diumumkan oleh para masing-masing maskapai terkait,” ungkap Darmin.

Di sisi lain, pemerintah akan membantu efisiensi biaya di maskapai, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pemberian insentif fiskal seperti Jasa persewaan, perawatan, dan perbaikan pesawat udara,

Lalu, jasa persewaan pesawat udara dari luar daerah pabean, dan impor dan penyerahan atas pesawat udara dan suku cadangnya. (fin)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *