Soal Tudingan Dugaan Suap Panitia Pilkades Mamasa, Demmattayan: Saya Tidak Tahu Ada Seperti Itu

oleh -185 views
Demmattayan

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Beberapa waktu lalu, panitia pemilihan kepala desa serentak tingkat Kabupaten Mamasa dikabarkan telah menerima suap dari oknum calon kepala desa.

Hal itu diketahui menyusul protes sejumlah warga terhadap hasil seleksi calon kepala desa yang dilakukan oleh Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa selaku panitia seleksi.

Seperti diketahui sebelumnya, oknum panitia pilkades diduga menerima suap dari oknum calon kepala desa yang tidak disebut namanya.

Hal itu diungkapkan Aminadab warga Desa Taupe yang turut menyangga hasil seleksi calon kepala desa beberapa waktu lalu.

Ia menilai, panitia seleksi pilkades telah melakukan kecuarangan dalam menetapkan hasil seleksi. Ada bebepa faktor yang menitikberatkan proses seleksi tersebut dinyatakan cacat hukum menurut Aminadab.

Proses seleksi dianggap cacat hukum disebabkan karena diduga telah terjadi suap menyuap pada proses penetapan hasil seleksi. Bahkan, kata dia, pihaknya memiliki sejumlah barang bukti berupa rekaman, video dan jumlah uang yang diterima oleh oknum panitia di rumah salah seorang bakal calon.

Selain itu, hasil seleksi ini juga dinilai cacat hukum lantaran pengumuman hasil seleksi ditempel pada malam hari. Seharusnya pengumuman hasil seleksi dilakukan pada sore hari setelah semuanya dianggp selesai.

Bahkan berdasarkan pengamatannya, lembar jawaban bagi peserta seleksi tidak tertera tempat tanda tangan bagi peserta dan panitia.

Disebutkan, dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 pasal 27 tentang Desa, kepala desa yang mencalonkan diri harus menyampaikan laporan penyelenggaraaan pemerintahan akhir masa jabatan kepada bupati. Namun menurutnya, hal itu tidak dilakukan oleh sebagian besar calon incumben kepala desa.

Menanggapi hal itu, Kasubbag Bina Pemerintahan Desa dan Kelurahan Demmattayan sekaligus Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten mengatakan, soal tudingan tersebut, pihaknya tidak tahu jika ada terjadi suap menyuap pada proses seleksi.

“Saya selaku ketua panitia sesungguhnya tidak tahu sama sekali kalau ada hal seperti itu,” ungkap Demmattayan, Jumat 21 Juni.

Adapun seleksi yang panitia lakukan, kata dia sudah sesuai mekanisme yang ada. Bahkan dikatakan, hasil yang didapatkan masing-masing calon pada seleksi itu sudah sesuai dengan hasil kerja peserta seleksi.

“Tidak ada rekayasa di dalamnya dan tidak ada suap menyuap,” terang Demmattayan.

Ia menegaskan, sekaitan tudingan tersebut, ia dapat membuktikan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan kecurangan.

“Yang intinya bahwa tudingan yang mengatakan bahwa proses ini cacat hukum. Kami mau mengatakan bahwa ini sudah sesuai prosedur,” tegasnya. (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *