Genjot Kualitas Pendidikan, Warga Tande Bangun Asrama Megah

oleh -133 views
Sekprov Sulbar Muhammad Idris bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus HIKMAT saat peresmian asrama mahasiswa Mandar Tande di Makassar, Minggu 30 Juni 2019.

MAKASSAR, SULBAR EXPRESS – Warga Sulawesi Barat, khususnya Majene patut berbangga dengan terbangunnya asrama mahasiswa Mandar Tande yang cukup megah di pusat kota Makassar.

Asrama tersebut merupakan hasil swadaya warga Mandar, Tande di dalam dan luar kota Makassar. Berbagai pihak menilai, swadaya masyarakat Tande membangun asrama untuk pelajar mahasiswa patut dicontoh.

Gedung asrama mahasiswa Tande yang diresmikan, Minggu 30 Juni itu berada di jalan Andi Djemma (Jl. Landak Baru) kota Makassar.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris DP yang hadir meresmikan gedung asrama Mahasiswa Tande memberikan apresiasi terhadap usaha warga Tande membangun asrama untuk para pelajar dan mahasiswa.

Menurut Idris, upaya himpunan keluarga Tande membangun asrama adalah model partisipasi masyarakat dalam bidang pembangunan pendidikan yang patut menjadi panutan bagi yang lain.

“Komunitas (warga) lainnya patut mencontoh upaya himpunan keluarga Tande, bagaimana dengan semangat kebersamaan, warga bisa membangun asrama yang tentu tidak sedikit biayanya,” kata Idris.

Selain Idris, acara peresmian gedung asrama mahasiswa Mandar Tande tersebut juga dihadiri ketua Himpunan Keluarga Mandar Tande (HIKMAT) Dr. Ahmad Asiri, para pengurus HIKMAT dari berbagai daerah, perwakilan Pemkab Majene serta sejumlah tokoh Mandar, Sulawesi Barat asal Tande di Makassar, diantaranya H.M. Zikir Sewai.

Ketua Pengurus Pusat HIKMAT Dr. H. Ahmad Asiri menjelaskan, gedung asrama yang baru saja diresmikan ini merupakan renovasi dari asrama sebelumnya di tempat yang sama.

Menurut Ahmad, sejak 1976, warga HIKMAT Tande telah memiliki dua asrama mahasiswa di Makassar. Selain yang berada di jalan Andi Djemma (Jl. Landak Baru,-) satu asrama lainnya berada di jalan Mallengkeri.

Ia mengatakan, pembangunan asrama mahasiswa tersebut belum mendapat bantuan dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

“Selama ini memang belum ada (bantuan, red), kami betul-betul secara swadaya. Tujuannya ya tentunya untuk membantu peningkatan kualitas SDM di Majene dan Sulawesi Barat secara umum,” kata Dr Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan anggaran yang digunakan sampai saat ini untuk membangun asrama mencapai RP693 juta. Untuk penyelesaian pembangunan asrama, yakini pembangunan aula dan ruang belajar, panitia masih membutuhkan anggaran lebih Rp500 juta.

Tande yang awalnya sebuah desa (kini kelurahan) di kabupaten Majene, mencatat sejarah tersendiri dalam upaya memajukan kualitas pendidikan.

Salah seorang mahasiswa HIKMAT, Rahmat yang juga mahasiswa UNM Makassar, Kedua asrama milik HIKMAT tersebut dirasakan sangat membantu study mahasiswa dari daerah yang melanjutkan pendidikan di Makassar.

“Disamping tidak berbayar, lokasi asrama juga strategis, di pusat kota. Mudah mengakses ke banyak kampus,” katanya. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *