Mahasiswa IAI DDI Unjuk Rasa, Tolak Aksi Premanisme dan Sertifikat IMDI

oleh -227 views
Puluhan mahasiswa IAI DDI menggelar unjuk rasa di depan kampusnya

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Darud Da’ wah Wal Irsyad (IAI DDI) Polewali menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kampus IAI DDI di jalan Gatot Subroto Kelurahan Madatte, Sabtu 29 Juni.

Rombongan pengunjuk rasa tersebut membentangkan spanduk menolak aksi premanisme di dalam kampus serta menfoto copy gambar rekannya yang diduga korban penganiayaan, Mereka juga membawa selebaran berisi tiga tuntutan yakni yang Pertama mendesak pihak kampus memberikan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan berupa sanksi drop out ( DO), Kedua, mendesak pihak kampus agar kasus penganiayaan yang telah dilaporkan ke pihak yang berwajib dikawal sampai tuntas, Ketiga, menolak sertifikat Ikatan Mahasiswa Darud Da”‘wah Wal Irsyad ( IMDI ) sebagai syarat penyelesaian studi.

Salah satu, mediator aksi unjuk rasa Adi Ramdani mengungkapkan tawaran perdamaian yang diusulkan pihak kampus akan diterima, Namun, kata dia, tidak boleh mengesampingkan proses pelanggaran hukum yang telah dilakukan oleh pelaku.

“Damai kami terima, Tapi pelanggaran hukum yang terjadi harus tetap berlanjut,” Tegasnya, saat ditemui, di lokasi aksi.

Menurut Adi, aksi penganiayaan yang menimpa rekannya terjadi saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa menolak adanya program sertifikat IMDI sebagai syarat penyelesaian studi di IAI DDI beberapa hari lalu, Bahkan kata dia, dua rekannya sesama mahasiswa yang jadi korban penganiayaan disinyalir melibatkan orang dari luar kampus.

“Pasca kejadian dua teman saya yang jadi korban dirujuk ke rumah sakit karena luka parah, yang kami sesalkan karena pelaku diduga ada dari luar kampus,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAI DDI Polewali Muhammad Arsyad ketika menemui mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan pihaknya akan melakukan rapat internal menyangkut program sertifikat IMDI. Hal itu lantaran pelaksanaan sertifikat IMDI berdasaran surat edaran yayasan Darul Darud Da’wah Wal Irsyad.

“Karena kita ini dibawahi organisasi besar, jadi kami tinggal melaksanakan surat edaran saja,” ungkap Arsyad.

Selain itu, Arsyad juga meminta mahasiswa pengunjuk rasa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus penganiayaan yang terjadi.

“Waktu terjadi penganiayaan sampai di rumah sakit kami sudah berkoordinasi pihak kepolisian untuk membantu menyelesaikan permasalahan kampus, selain berkoordinasi polisi kami juga berkoordinasi dengan Intel Kodim,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *