Sidang Perkara Tindak Pidana Pemilu, RN Dihukum 3 Bulan 15 Hari

oleh -229 views

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Sidang dengan agenda pembacaan putusan pelanggaran tindak pidana pemilu dengan nomor perkara 57/Pid.Sus/2019/PN.Pky digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Pasangkayu.

Dengan putusan pidana penjara 3 (tiga) bulan 15 (lima belas) hari ditambah denda sebanyak Rp3 juta, subsider 1 (satu) bulan kurungan, Jumat 28 Juni 2019.

Dalam sidang tersebut, bertindak sebagai Hakim Ketua I Gusti Agung Aryanta, Hakim Anggota Muh Ali Akbar, Dian Arthauly dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Junaedi serta dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pasangkayu Devisi Hukum dan penindakan Pelanggaran, Syamsudin.

Kordiv HPP dan Sengketa Bawaslu Kabupaten Pasangkayu, Syamsudin, membenarkan, perkara nomor 57/Pid.Sus/2019/PN.Pky dengan terdakwa RN terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan pasal 532 Jo Pasal 554 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Akibat perbuatan terdakwa, majelis hakim memberikan putusan pidana penjara 3 (tiga) bulan 15 ( lima belas) hari dan denda sebanyak 3 (tiga) juta rupiah, subsider satu bulan kurungan kepada terdakwa.

“Iya Jumat 28 Juni sidang dengan agenda pembacaan putusan, dimana terdakwa RN dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melawan hukum sehingga hakim memberikan putusan pidana penjara 3 bulan, 15 hari dan denda sebanyak Rp3 juta, subsider 1 bulan kurungan dari tuntutan JPU 5 bulan penjara dan denda sebanyak 3 juta rupiah, subsider 2 bulan kurungan,” ungkap Syamsudin di Pengadilan Negeri Pasangkayu, Jumat 28 Juni.

Mengenai tanggapan Bawaslu Kabupaten Pasangkayu terhadap putusan tersebut, mantan wartawan ini menegaskan, terhadap putusan pelanggaran tindak pidana pemilu yang baru saja dibacakan oleh majelis, langsung dibahas di Sentra Gakumdu Bawaslu Kabupaten Pasangkayu untuk memberikan tanggapan apakah menerima atau akan melakukan upaya hukum lain terhadap hasil putusan tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum.

Hasil kesimpulan pada pembahasan tersebut, Bawaslu, Penyidik dan Kejaksaan setelah melihat fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dimana terdakwa sangat koperatif mengikuti proses hukum maka disimpulkan putusan tersebut diterima.

“Berdasarkan hasil kesimpulan kami di Sentra Gakkumdu, baik dari Bawaslu, Penyidik maupun Kejaksaan terhadap putusan perkara nomor 57/Pid.Sus/2019/PN.Pky menerima hasil putusan tersebut,“ kuncinya. (ndi/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *