DKP Beri Pengarahan Keselamatan Kepada Nelayan

oleh -147 views
SAMBUTAN. Kepala DKP Majene Ichwanti menyampaikan sambutan pada pelatihan sefety at sea bagi nakhoda dan awak kapal, di cafe Diaz Kelurahan Barung Kecamatan Banggae Timur.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Majene terus memberikan pengarahan kepada semua nelayan lokal, agar memperhatikan alat keselamatan laut, baik keselamatan kapal maupun keselamatan manusianya.

“Nelayan lokal yang beroperasi diperairan Majene, perlu memperhatikan perlengkapan keselamatan (Safety at sea) bagi nakhoda dan ABK kapal saat beroperasi di laut, sehingga keselamatan terjaga,” tutur Ichwanti Kepala DKP Majene, pada pelatihan safety at sea, di ruang pertemuan cafe Diaz Majene, pekan kemarin.

Dihadapan nelayan, mantan Kepala BP4K Majene ini menambahkan, perlengkapan keselamatan telah diatur dalam peraturan keselamatan yang mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO) melalui SOLAS 1974. Peraturan ini berlaku untuk semua kapal.

“Ketika kapal hendak berlayar, berlabuh, menangkap ikan, bersandar dan ‘docking’. Semua peralatan perlengkapan keselamatan kapal wajib ada di atas kapal dengan jumlah yang cukup sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Saat ini masih banyak nelayan mengabaikan alat keselamatan kapal, padahal cukup membantu para awak kapal.Selain itu, perlengkapan merupakan kewajiban semua kapal nelayan. Namun kenyataan pihaknya harus terus memberikan pengarahan.

Menurut dia, pelampung penolong (Life Ring) adalah alat apung yang digunakan menolong orang jatuh ke laut yang dipasang pada setiap lambung kapal, agar mudah dijangkau semua awak kapal.

“Nelayan sering memanfaatkan jerigen tempat air minun juga bandul jaring yang terbuat dari plastik sebagai pelampung jika mengalami kecelakaan laut, padahal sangat membahayakan, mestinya menyediakan pelampung jangan mengandalkan perlengkapan lain,” katanya.

Sementara Suddin seorang nelayan mengaku, alat keselamatan di kapal penangkap ikan masih terbatas, karena kurangnya pemahaman nelayan setempat, padahal perlengkapan keselamatan sangat dibutuhkan.

“Perlengakapan keselamatan dapat membantu jika terjadi kecelakaan laut, namun sudah menjadi tradisi nelayan lokal menganggap hal sepele alat keselamatan kapal,” katanya.

Hadir dalam pelatihan tersebut, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Majene Moh Rozik, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Data Kelautan dan Perikanan DKP Majene Ramli, Pematei dari Petugas Lalu lintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa KUPP Kelas III Majene Ilham Rachman, Ketua Panitia sekaligus Ketua Lembaga Sahabat Indonesia Suhardi. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *