Driver Grab Mengadu ke Dewan

oleh -191 views
MEDIASI. Puluhan driver Grab Mamuju melakukan rapat bersama DPRD Sulbar, Senin 8 Juli 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sejumlah driver Grab di Mamuju melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, Senin 8 Juli.

Dalam aksi tersebut driver Grab menuntut beberapa hal atas kebijakan yang dikeluarkan oleh mitranya.

Koordinator aksi Abdul Rahman mengatakan pihaknya mendesak adanya payung hukum baik Perda atau Pergub tentang kemitraan Grab Bike Mamuju.

“Kita meminta DPRD Sulbar untuk duduk bersama dengan Dinas Kominfo dan koordinator Grab Mamuju, Dinas Perhubungan dan Gubernur Sulbar,” kata Abdul Rahman.

Ia menambahkan pihak Grab Mamuju agar tidak semena-mena menentukan skema pendapatan atau insentif driver.

“Termasuk memperjelas hubungan kemitraan antara driver dengan perusahaan pengelola (Grab, red),” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sulbar Yahuda mengungkapkan adanya kekuatan lemah karena driver tidak memiliki ikatan kontrak terhadap pihak Grab. Sehingga perlunya didorong wadah agar bisa sampai kesepakatan antara driver dan pihak Grab.

“Selama ini mereka secara personal mendaftar masuk diaplikasi Grab, makanya dengan adanya wadahnya untuk kekuatan hukum sehingga bisa dibuatkan kesepakatan bersama,” tambahnya.

Kadis Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas menyampaikan pihaknya akan membantu driver dalam pembuatan payung hukum untuk jadi pegangan.

“Paling lambat dua minggu, bahkan bisa sampai satu minggu kalau wadahnya sudah ada dan siap didaftarkan. Apapun itu akan kita akan fasilitasi,” ungkap Khaeruddin.

Selain itu, lanjut Khaeruddin, dengan adanya payung hukum pihaknya akan mempertemukan kembali untuk membangun kesepakatan bersama.

“Jadi tidak akan ada lagi semena-mena dilakukan perubahan intensiv,” terangnya.

Sementara, pihak Admin Grab Mamuju Edi Kurniawan menuturkan apa yang menjadi tuntutan driver sudah ditindak lanjuti dengan adanya wadah dan segera diselesaikan.

“Kita memang sudah dilayangkan dua kali surat dan itu sudah kita tindak lanjuti. Ini sementara proses pendaftaran agar ada payung hukumnya tinggal ditunggu selesainya,” ujar Edi.

Edi juga menegaskan aksi yang dilakukan oleh driver Grab di Mamuju tidak akan ada penekanan atau pemberhentian secara sepihak.

“Itu kita tegaskan tidak akan terjadi, kecuali memang kalau driver melanggar aturan yang sudah disepakati,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *