Sejumlah THM Tak Kantongi Izin Usaha

oleh -206 views
Tempat hiburan Kafe Oranye dibangun diantara kantor Bupati dan rumah ibadah.

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Di Kabupaten Mamasa, terdapat beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) berupa Bar atau rumah minum tidak mengantongi izin.

Sedikitnya ada tujuh THM yang saat ini masih beroperasi. Tujuh diantaranya yaitu, Cafe Bamba Lempan, Pelangi, Lestari, Estaf, Blue Ice, Cafe Oranye dan Trie Jaya.

Dari tujuh kafe ini hanya satu diantaranya yang memiliki izin usaha yakni Cafe Estaf. Sementara dari semua THM yang ada, semuanya menyediakan minuman keras (Miras) dan jasa pelayan kafe.

Ironisnya, beberapa diantaranya kerap terjadi keributan antar pengunjung di malam hari. Bahkan ada yang dibangun diantara Kantor Bupati dan rumah ibadah yaitu Cafe Oranye.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas PTSP Mamas, Hendrik mengatakan, dari semua THM di Mamasa, hanya ada satu yang telah mengantongi izin yakni Cafe Estaf. Selebihnya itu belum memiliki izin usaha maupun tempat usaha.

Hendrik menjelakan, sesui mekanisme, setiap usaha diwajibkan memiliki izin, baik izin usaha maupun tempat usaha. Pemberian izin itu, kata dia, akan ditinjau, layak diberi izin atau tidak, sesuai peraturan daerah (Perda), berdasarkan rekomendasi Dinas Pariwisata.

“Kita juga melihat pekerjanya, apakah tidak mempekerjakan anak di bawah umur,” jelas Hendrik saat dikonfirmasi, Kamis 11 Juli.

Dari sejumlah THM yang tidak memiliki izin, dinyatakan ilegal. Sehubungan dengan itu, Hendrik berharap agar pelaku usaha yang dimaksud agar memiliki izin usaha dan tempat usaha.

“Kita harapkan supaya mereka mengurus izin sesuia yang dipersyaratkan,” harapnya.

Sekaitan dengan penegakan Perda, Kepala Satpol PP Mamasa, Kain Lotong mengatakan, masih banyak kafe di Mamasa yang belum memiliki izin.

Sebagai langkah awal ia mengaku pihaknya mengerahkn agar pemilik kafe mengurus izin.

“Kita sudah sampaikan bahwa harus ada izin untuk menghindari masalah. Sebab kalau ada izin, maka dengan mudah dikontrol,” katanya via telepon.

Untuk penindakan bagi THM yang tidk mengamtongi izin, disebutkan belum ada penindakan lebih jauh. Hanya sebatas sosialisasi.

“Kita belum lakukan penegakan karena masih melakukan pengkajian terkait Perda Pedagang Kaki Lima,” tutur Kain Lotong. (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *