Pembukaan Manakarra Fair, Hidupkan Kembali Tarian Daerah Mamuju

oleh -385 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Malam pembukaan Manakarra Fair 2019 di Anjungan Pantai Manakarra menampilkan sejumlah tarian daerah yang selama ini sudah sangat jarang dipentaskan didepan khalayak ramai.

Terdapat tiga tarian asli Mamuju yang ditampilkan pada malam pembuka Manakarra Fair 2019 dalam rangka menyambut hari jadi Mamuju ke-479 yakni, Tari Topemana, Topandio dan Palle’bo.

Khusus untuk Tari Topandio, tari ini merupakan tarian sakral yang lahir ditengah-tengah masyarakat Tapalang (suatu daerah di Kabupaten Mamuju) dan berasal dari pristiwa masa lampau.

Tarian Topandio dimaksudkan sebagai penyempurnaan pengobatan yang dilakukan oleh seorang raja terhadap anaknya (putri raja) yang sedang menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan.

Tarian ini menggambarkan prosesi pengobatan terhadap putri raja dimana pa’bisu-bisu (dukun) menunjukkan sikap kecintaan, kesetiaan dan loyalitas tinggi terhadap sang raja, dimana mereka rela berkorban walau harus nyawa mereka yang menjadi taruhannya.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid yang membuka langsung Manakarra Fair 2019 sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh panitia Manakarra Fair dengan menggandeng Dewan Kebudayaan Mamuju (DKM) untuk menampilkan kebudayaan-kebudayaan khususnya tarian yang ada di Bumi Manakarra.

“Manakarra Fair ini akan kita jadikan suatu momentum untuk memunculkan suatu budaya-budaya baru yang selama ini tidak kita munculkan atau sudah mulai terlupakan,” kata Habsi, Jumat malam 12 Juli.

Ia menambahkan event seperti Manakarra Fair ini, merupakan event yang akan menjadi tonggak dikembangkan kesenian-kesenian  yang ada diMamuju.

“Saya kira, ini perlu kita kembangkan budaya kita dan saya kira Mamuju ini banyak budaya-budaya belum kita galih melalui suatu pentas seperti ini, dimana kebudayaan adalah suatu kekayaan bagi kita,” tambahnya.

Habsi juga menyampaikan untuk edisi menyambut hari jadi Mamuju yang ke-479, panitia Manakarra Fair menghadirikan lebih banyak lagi pelaku usaha, baik lokal maupun diluar Mamuju. Hal itulah yang diapresiasi orang nomor satu di Bumi Manakarra.

“Saya kira Manakarra Fair ini juga mendorong ekonomi masyarakat kita tumbuh bisa lebih baik, sehingga dengan demikian kalau ekonomi tumbuh dengan lebih baik, tentu akan menjadi multiplayer effect, kita bisa akan mendapatkan berbagai pendapatan masyarakat bisa lebih baik, meningkat,” ungkap Habsi.

Sementara itu, lanjut Habsi pada even ini terdapat 45 peserta pelaku usaha kuliner yang dapat memanjakan lidah para pengunjung, serta terdapat 60 peserta dari pelaku usaha industri lokal dan nasional.

“Semakin banyak kuliner, semakin banyak pilihan jajanan yang bisa kita cicipi disini, dan kuliner juga merupkan bagian dari pariwisata sebenarnya kalau  kita bisa kemas dengan baik,” ujar Habsi.

Selain mengapresiasi banyaknya pelaku usah kuliner dan industri yang memeriahkan Manakarra Fair 2019, mantan Sekda Mamuju itu juga mengapresiasi pertunjukan kesenian budaya dan penampilan dari band local Mamuju yang ditampilkan dalam even kali ini, seperti tarian asli daerah dan perlombaan baca puisi yang mana mewajibkan tiap peserta membawakan satu puisi lokal.

“Manakarra Fair ini akan kita jadikan suatu momentum untuk memunculkan suatu budaya-budaya baru yang selama ini tidak kita munculkan atau sudah mulai terlupakan,”  tutur Habsi.

“Jadi seluruh masyarakat Mamuju hadiri di event ini, sebab pada even banyak hal yang kisa kita dapatkan, mulai dari kuliner, hiburan hingga pengetahuan mengenai kesenian lokal kita,” tandasnya.(hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *