NU Diharap Tetap Jadi Perekat Bangsa

oleh -166 views
SAMBUTAN. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan sambutan pada pembukaan konferensi Wilayah III NU Sulbar, di Pendopo Rujab bupati Majene, Senin 15 Juli 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Kehadiran Nahdatul Ulama (NU) sebagai penyangga keutuhan persatan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (RI), tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan berdirinya bangsa ini.

“Lewat lisan, tenaga dan pikiran serta pengorbanan para ulama dan guru-guru bangsa, maka Indonesia dapat dinyatakan kemerdekaannya. Saya sebagai Gubernur Sulbar, senantasa ingin mewujudkan masyarakat maju dan malaqbi,” tutur Gubenur Sulbar Ali Baal Masdar, pada pembukaan konferensi Wilayah III NU Sulbar, di Pendopo Rujab Bupati Majene, Senin 15 Juli.

Ia mengatakan, NU sebagai perekat bangsa ditengah masyarakat yang majemuk, perbedaan manjadi sumbu kekuatan membangun bangsa, moderat dalam berpijak yang dihiasi pola, zikir dan amal saleh.

“Seperti ungkapan syair Mandar, Passambayang mo’o dai, pallima wattu mo’o, iyamo tuuq piwongan di ahera (Hendaklah kita menegakkan salat lima waktu selalu sempurna, sebab itulah bekal abadi menuju hari kemudian),” turur Ali Baal.

Kesempatan sama, Bupati Majene Fahmi Massiara juga menuturkan syair Mandar yang mempunyai arti dan makna, Bismillah Akke Lette’na, Alepu pelliana, torang loana Lailahaillallah, yang mempunyai arti dan makna (Ketika kami bekerja selalu ada nama Allah, ketika kaki diangkat Alif langkahnya, gemuruh suaranya Lailaha Illallah.

“Kinerja inilah yang mengalami setiap langkah kami dalam mewujudkan program MP3 Majene, dengan bingkai pesatuan dan kesatuan yang dihiasi dengan pola pikir, zikir dan amal saleh,” ujarnya.

Fahmi mengungkapkan, NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang berhaluan Ahlusunnah Wal Jama’ah merupakan pendiri kokohnya cinta tanah air (Hubbul Watham Minal Imam) yang menjaga keutuhan kemajemukan dan perbedaan.

“Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi garansi utama membangun kesejahteraan dan kehadiran Nahdatul Ulama menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI. Dan saya berterima kasih atas ditunjuknya Majene sebagai tuan rumah pelaksanaan konferwil III NU Sulbar, yang akan dilaksanakan dialog kebangsaan, di Pendopo Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga Kecamatan Banggae Timur,” ungkapnya.

Hadir pada pembukaan Konferwil, Karateker Pengurus wilayah NU, para Kepala OPD, Instansi vertikal Sulbar, Kakanwil Kemenag, beserta seluruh Kakankemenag se-Sulbar, para pengurus cabang NU kabupaten se-Sulbar, para Jam’iyah NU, tokoh pemuda, tomas, para pengurus badan otonom NU serta ratusan undangan lainnya. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *