Pemkab Mamasa Deklarasi Layak Anak

oleh -201 views
Penandatanganan Deklarasi Kabupaten Layak Anak

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Upaya meningkatakan perlindungan terhadap anak, Pemerintah Kabupaten Mamasa, menggelar deklarasi menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), menindak lanjuti program nasional sebagai salah satu upaya membangun daerah menuju Kabupaten Layak Anak.

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan petisi deklarasi, oleh Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berlangsung di Halaman Kantor Bupati Mamasa, Senin 22 Juli.

Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi mengatakan anak merupakan potensi yang sangat penting. Hal itu karena anak dianggap sebagai generasi penerus masa depan bangsa. Anak juga sebagai penentu kualitas dan penentu sumber daya manusia, sebagai pilar utama pembangunan nasional.

“Makanya anak perlu mendapat peningkatan kualitas dan perlindungan, secara sungguh-sungguh,” kata Ramlan.

Ia menambahkan kualitas anak tidak dapat tumbuh dan berkembang tanpa adanya perlindungan. Sehingga, anak yang tidak mendapat perlindungan akan menjadi bebam bembangunan sebab akan menjadi generasi yang lemah. Sementara jumlah anak sepertiga dari jumlah penduduk indonesia.

Ramlan juga menyebutkan sata ini terjadi kesenjangan yang luas antara anak dan kondisi yang seharusnya, yang dicapai dalam rentan 73 tahun.

“Setiap kita menelaa kasus sosial anak, selalu timbul keprihatinan, seperti banyaknya anak menganggur,” ungkap Ramlan.

Menurutnya, hal itu dikibatkan oleh kelalaian orang dewasa dalam melindungi anak. Dengan begitu, maka dianggap perlu adanya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan hak anak.

Sehingga, salah satu upaya mewujudkan hak anak maka kebijakan yang dilakukn oleh pemerintah yaitu, menjadikan daerah sebagai kabupaten layak anak. Kebijaka ini dianggap sebagai komitmen pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia dan pemenuhan hak anak. Lahirnya kebijakan ini, sebagai prasyarat untuk memastikan bahwa anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kegiatan ini dipromotori Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mamasa. Senada Bupati, Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Festy Paotonan menjelsakan, tujuan deklrasi ini, adalah upaya memenuhi hak anak.

Dikatakan, untuk tercapainya suatau daerah menuju KLA, tolk ukurnya adalah bis memenuhi 24 indikator dn lima kastel.Tentu lanjut dia, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab akab melalui proses yang panjang.

Deklarasi ini jelas Festy, bukan merupakan program OPD, melainkan program nasional melalui Pemda. Sehingga untuk tahun 2019, Kabupaten Mamasa, hanya fokus pada program deklarasi. (sam/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *