Karantina Lepas Ekspor RBD ke Negara Tirai Bambu

oleh -135 views
Proses pelepasan ekspor RDB di PT. Tanjung Sarana Lestari.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Stasiun Karantina Pertanian Mamuju melepas ekspor produk-produk pertanian senilai Rp25 miliar ke Negara Tirai Bambu, Selasa 23 Juli.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Mamuju Drh Akhmad Alfaraby mengatakan Refined Bleached Deodorised (RBD) merupakan salah satu komoditas ekspor utama dari Provinsi Sulbar.

“RBD Palm Stearin sendiri merupakan hasil olahan dari kelapa sawit yang tumbuh subur di wilayah Sulbar,” kata Drh Akhmad.

Ia menambahkan selain RBD Palm Stearin, ada komoditas baru juga dari hasil olahan sawit Sulbar yaitu RBD Palm Fatty Acid Distillate.

“Ekspor kali ini berlokasi di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, yang merupakan salah satu Kabupaten penghasil kelapa sawit terbesar di Sulbar,” tambahnya.

Drh Akhmad juga menyampaikan sebanyak 5.000 MT RBD Palm Stearin dan 800 MT RBD Palm Fatty Acid Distillate akan di ekspor ke Cina dengan masing-masing nilai produk ekspor senilai Rp 22.215.830.000 dan Rp 3.164.930.000 milik PT Tanjung Sarana Lestari.

“RBD Palm Fatty Acid Distillate sendiri merupakan permintaan dari industri pembuatan sabun dari negara dengan sebutan negara tirai nambu tersebut,” ungkap Drh. Akhmad.

Sementara itu, lanjut Drh Akhmad, sebagai dukungan dalam pelayanan ekspor, Karantina Pertanian Mamuju menetapkan perusahaan PT. Tanjung Sarana Lestari sebagai “Tempat Lain” Pemeriksaan Karantina di luar IKT.

“Tempat lain adalah suatu tempat di luar Instalasi Karantina Tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan tindakan karantina. Penilaian ini dilakukan berdasarkan Surat Permohonan Penetapan/Persetujuan Tempat Tindakan Karantina Tumbuhan (Tempat Lain di luar Instalasi Karantina Tumbuhan) nomor : 046/Ext-HR/VIII/2017 tanggal 23 Agustus 2017, kepada Kepala Badan Karantina c.q Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Mamuju,” terangnya.

Selain itu, sesuai pedoman tata cara persetujuan sebagai tempat pelaksanaan tindakan Karantina, jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan kelengkapan administrasi, seperti pemeriksaan packing list, commercial invoice, shiping instruction dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

“Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kebenaran isi dan jumlah muatan kapal. Setelah semua selesai maka petugas Karantina Mamuju menerbitkan Phytosanitary Certificate (KT-10) sebagai salah satu syarat ekspor yang diminta negara tujuan,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *