Rapat KUA-PPAS Tertutup, Pemprov Diminta Evaluasi Target PAD

oleh -146 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemprov menggelar rapat tertutup dengan DPRD Sulbar dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Senin 29 Juli.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan rapat KUA-PPAS dilaksanakan agar saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mulur seperti tahun sebelumnya.

“Kita terus melakukan upaya konsolidasi antara pimpinan dan anggota dewan untuk memastikan tahapan-tahapan pembahasan RAPBD Sulbar bisa cepat,” kata Idris.

Ia menambahkan rapat dilaksanakan untuk mencari format agar tidak ada lagi pembahasan berlarut-larut kemudian hari saat rapat paripurna dilaksanakan.

“Jadi untuk menghindari keterlambatan pengesahan APBD pada akhir tahun ini,” tambahnya.

Idris juga menyampaikan KUA-PPAS dibahas juga untuk mencari kesepakatan awal bersama DPRD Sulbar yang sesuai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sehingga tidak alot dalam pembahasannya.

“Ini merupakan inisiatif bersama, makanya tadi kita menyepakati bersama beberapa hal untuk percepatan waktu terutama terkait penerapan garis-garis besar alokasi anggaran,” ungkap Idris.

Sementara itu, lanjut Idris, pihaknya belum memastikan berapa usulan anggaran APBD 2020 sesuai jumlah anggaran yang diberikan dari pusat untuk Sulbar.

“Kalau besarannya kita belum final, dimana kita masih dalam proses exercise,” bebernya.

Senada, Anggota DPRD Sulbar Sukri Umar menuturkan KUA-PPAS masih sementara dibahas. Pihaknya menjelaskan bahwa khusus pendapatan daerah perlu digenjot agar pemprov bisa mencapai target-target yang ditentukan.

“Kita tadi sampaikan kepada Sekprov untuk menghitung yang bisa dicapai yang pasti banyak sumber-sumber selama ini belum maksimal. Seperti pajak kendaraan tahun 2018-2019 targetnya tidak tercapai. Berarti ada faktor kinerja yang tidak bagus, makanya kita melakukan evaluasi,” ujar Sukri.

Selain itu, pihaknya tidak ingin lagi mencurigai ada korupsi model lama, dengan teknologi saat ini Pemprov Sulbar bisa mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan selama ini.

“Apalagi masih banyak potensi daerah yang belum terkelola maksimal,” tandasnya.(hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *