RSUD Mateng Tambah Fasilitas Gedung Pelayanan

oleh -302 views
Proyek pembangunan penambahan gedung pelayanan RSUD Mamuju Tengah melalui bantuan dana alokasi khusus tahun anggaran 2019 sedang dalam tahap pengerjaan.

TOPOYO, SULBAR EXPRESS- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Tengah (Mateng) memperoleh bantuan tambahan fasilitas gedung baru dari pemerintah pusat. Selain pembangunan infrastruktur, melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019, RSUD Mateng mendapat bantuan alat kesehatan (Alkes) dan satu unit mobil ambulans. Dua ambulans diperoleh 2018 juga dari DAK.

Direktur RSUD Mateng, dr Patunrengi menyampaikan pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan menyediakan sarana dan parasarana penunjang. Termasuk diantaranya memenuhi kebutuhan tenaga dokter ahli.

“Saat ini sedang berlangsung pelaksanaan proyek pembangunan gedung intalasi farmasi, gedung intalasi pemeliharaan sarana prasarana, gedung laundry. Juga gedung instalasi gizi, gedung perawatan kelas satu, dan gedung perawatan kelas dua,” sebut Patunrengi di kantornya, Jumat 26 Juli lalu.

“Untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter ahli, dalam dua tahun terakhir ini Pemkab Mamuju Tengah mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan. Melalui program penempatan dokter spesialis dari kementerian, RSUD ini mendapat jatah lima dokter spesialis dengan masa pengabdian hanya satu tahun. Program ini sangat membantu mengatasi rumah sakit yang kekurangan dokter spesialis,” jelas Direktur RSUD Mateng tersebut.

Melalui program penempatan dokter spesialis oleh Kementerian Kesehatan itu, dimana dokter yang baru tamat ditugaskan di daerah. Apabila masa pengabdiannya selama setahun berakhir, maka pihak pemerintah daerah atau rumah sakit bisa mengajukan lagi permintaan untuk tahun berikutnya.

“Untuk angkatan ketiga kami sudah mengajukan lagi perimintaan dokter ahli melalui proram tersebut kepada Kemenkes,” tambah Patunrengi.

Dokter spesialis yang dimaksud adalah dokter ahli bedah, penyakit dalam, anak, kandunga, dan dokter ahli amnestesi.

Menurut Patunrengi, tenaga dokter yang dimiliki RSUD Mateng terdiri atas 9 dokter umum, 5 dokter ahli (wajib kerja) serta 3 dokter atas kerjasama dengan RSUD Mamuju, dan 4 dokter gigi.

Dia berharap agar dokter yang sementara ini mengikuti sekolah (pendidikan) seperti dokter penyakit dalam, gizi, paru-paru, anak, dan rontgen bisa kembali bertugas di RSUD Mamuju Tengah sebagai dokter permanen.

Kepercayaan masyarakat kepada rumah sakit ini mulai tumbuh seiring peningkatan pelayanan. Walaupun masih ada keluhan yang perlu dibenahi.

“Kunjungan pasien meningkat, kamar operasi penuh, unit transfusi darah terus jalan. Kadang-kadang kita terima pasien dari Kabupaten Pasangkayu. Kalau sarana tersedia, SDM memadai, dan pengelolaan baik, saya kira output pelayanan juga bagus,” ucap Parunrengi. (isk/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *