Istri Nelayan Dilatih Kewirausahaan

oleh -150 views
HADIR. Lurah Totoli Najib Muchdar bersama Ketua LSMSI Majene Suhardi dan pemateri pendamping UMKM Sulbar Naharuddin pada sosialisasi kewirausahaan, di Aula Kantor Lurah Totoli.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Pemerintah Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae, menggelar pelatihan kewirausahaan dengan melibatkan puluhan perempuan pesisir, di aula Kantor Lurah Totoli, Senin 29 Juli.

“Melalui pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan khususnya para kelompok UKM (Usaha Kecil Menengah) pesisir,” ungkap Najib Muchdar, Lurah Totoli.

Pelatihan kewirausahaan perempaun nelayan lanjutnya, bekerja sama Lembaga Swadaya Masyarakat Sahabat Indonesia (LSMSI) Majene dengan menghadirkan pemateri pendamping Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulbar Naharuddin.

“Ada beberapa pengolahan prodak berbahan dasar ikan sesuai arahan pemateri, diantaranya bakso ikan, naget ikan dan beberapa olahan ikan lainnya,” urainya.

Ia menyebut, daerah pesisir wilayah Majene memiliki hasil laut yang cukup potensial. “Kami berupaya bagaimana para istri nelayan tidak vakum di rumah, dengan memberi kesibukan melalui pelatihan pengolahan ikan yang nantinya bisa memberikan penghasilan tambahan,” katanya.

Menurutnya, peningkatan usaha istri nelayan di wilayah pesisir pantai sangat penting. Apalagi sepanjang pantai merupakan barometer untuk keberhasilan Majene, untuk membuat usaha dalam mengelola potensi perikanan di daerah ini.

“Mudah-mudahan pelatihan ini dapat memberikan motivasi kepada para ibu-ibu, mengingat ada yang sudah miliki kelompok, yang memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan, yakni penyedia sumber pangan dan gizi masyarakat,” paparnya.

Ia menambahkan, dalam konteks pembangunan ekonomi, kegiatan perikanan jika dikelola dengan baik dapat menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi sebagian besar masyarakat, khususnya nelayan, pembudi daya ikan, pengolah dan pemasaran hasil perikanan.

“Disisi lain ikan juga merupakan sumber devisa serta bahan baku penting bagi pembangunan agro industri di Indonesia,” tandasnya. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *