Mamasa Menuju Swasembada Pangan

oleh -171 views
Kasi Keetersediaan Pangan, Kristianto

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Berdasarkan analisis Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Mamasa tahun 2018, Mamasa layak menjadi daerah swasembada pangan. Analisis itu berdasarkan data produksi pangan, khususnya beras di tahun 2017.

Produksi beras di Mamasa tahun 2017 menurut data Ketapang, mencapai 136.007 ton sepanjang tahun berjalan.

Kepala Seksi Ketersedian Pangan, Ketapang Mamasa, Kristianto menjelaskan, data produksi pangan tahun 2017, dianalisis pada tahun 2018. Menurutnya, dari produksi pangan di tahun 2017, terdapat persediaan pangan sebanyak 82.101 ton.

Jika dirata-ratakan dari jumlah persedian berapa ditahun berjalan sebanyak 82.101 ton, maka Mamasa layak swasembada pangan.

“Dari jumlah itu, Mamasa sudah bisa swasembada pangan,” ungkap Kristianto Rabu 31 Juli.

Kristinto menjelaskan, salah satu inidikator swasembada beras suatu daerah, apabila ketersedian beras lebih banyak ketimbang belanja beras. Dari tahun sebelumnya, belanja beras di Mamasa cukup tinggai, namun disebutkan, saat ini hampir semua petani memproduksi beras.

Di tengah Mamasa mendekati swasembada beras, harga beras di pasar mencapai Rp11.000 per liter. Bahkan anehnya menurut Jeny salah seorang konsumen, kebanyakan beras yang ada di pasar merupakan beras yang diimpor dari luar daerah.

“Kalau beras yang dari polewali ada sampai 11.000 rupiah perliter,” terang Jeny. (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *