PIFAF IV, Ruang Ekspresi Pegiat Seni dan Budaya

oleh -163 views

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Pelaksanaan Polewali Mandar Folk and Art Festival (PIFAF) ke-IV mulai dilaksanan dan dibuka hari ini, Kamis 1 Agustus.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan kontribusi sektor pariwisata memiliki dimensi yang sangat luas. Tidak hanya secara ekonomi, namun juga secara sosial politik, budaya, kewilayahan dan lingkungan.

“Secara ekonomi sektor pariwisata memberikan kontribusi nyata dalam perolehan devisi daerah dan juga pendapatan masyarakat yang mempunyai usaha,” kata Gubernur.

Ia menambahkan dengan pelaksanaan PIFAF IV diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara, domestik maupun mancanegara.

“Saya harap juga ini bisa menjadi ruang ekspresi bagi para penggiat seni untuk untuk menampilkan karyanya serta ruang revitalisasi nilai-nilai seni tradisi yang sudah mulai punah,” tambahnya.

Sedangkan, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengimbau masyarakat Polman menjadi tuan rumah yang baik pada pelaksanaan PIFAF. Ia juga berharap ada invrestor yang mau menanamkam modalnya di Polman dengan membangun hotel berstandar internasional.

“Sebenarnya banyak negara peserta yang ingin hadir di PIFAF hanya hotel yang ada di Polman masih minim yang sesuai standar,” ungkap Andi Ibrahim.

Sementara, Plt Kepala Dispop Polman Andi Masri Masdar menyampaikan PIFAF kali ini akan dikemas berbeda dari sebelumnya dengan menambah sejumlah item program acara. Diantaranya workshop tata busana yang dipandu langsung desainer kondang tanah air, pemilihan putra putri pariwisata, lomba foto dan video publikasi wisata lokal serta lomba musik tradisional sayang-sayang millenial.

“Pemenang lomba foto pariwisata, fotonya akan dijadikan cover buku pariwisata,” ujar Andi Masri.

Sementara itu, lanjut Andi Masri peserta PIFAF juga akan diajak melihat kerajinan lokal di Polman, Kemudian berkunjung ke objek wisata edukasi di Pantai Mampie Desa Galeso, di sana mereka akan melihat bagaimana cara melepaskan tukik (anak penyu).

“Tapi kami minta mereka berbusana sesuai adat dan norma masyarakat setempat yang akan dikunjungi,” terangnya.

Selain itu, di tengah berbagai sorotan pelaksanaan PIFAF, sambung Andi Masri, cukup banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat khususnya dari segi perekonomian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya kita bisa lihat selama pelaksanaan PIFAF perputaran uang mencapai miliaran rupiah. Kunjungan wisatawan nusantara yang masuk ke Polman juga meningkat sejak PIFAF mulai diselenggarakan,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *