Polisi Bentuk Tim Tindak Pertambangan Ilegal

oleh -253 views
Salah satu lokasi usaha tambang galian C di Polman.

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Menindaklanjuti surat Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat tentang penghentian kegiatan pertambangan tanpa izin, Kepolisian Resort Polman kemudian membentuk tim pengecekan seluruh usaha tambang di wilayah hukum Polman.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaini saat ditemui di kantornya mengatakan tim yang dibentuk dipimpin oleh Kanit Tipiter Ipda Muhammad Rum, adapun lokasi usaha tambang yang sudah di datangi yakni di Desa Mirring Kecamatan Binuang yakni PT Telluk Bintoeng Pangkep serta tambang galian C milik Hasan Bado, kemudian tim bergeser ke Desa Rea Timur Kecamatan Binuang di lokasi tambang galian C milik Zainuddin, selanjutnya tim mengunjungi tambang galian C milik H. Suaib yang beralamat di Desa Buttu Lamba Kecamatan Matakali.

“Atas permintaan Kementerian ESDM sementara saya sudah bentuk tim untuk melakukan pengecekan bila ditemukan ada usaha tidak berizin akan ditindak sesuai dengan aturan, usaha tambang wajib memiliki izin sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Syaiful, Senin 5 Agustus.

Sebelumnya, Staf Perijinan ESDM Sulbar Jamal mengungkapkan
pemegang IUP usaha tambang galian C khusus di Desa Beroangin Kecamatan Mapilli antara lain CV.Tie Tie Putra Utama, Nasrudin serta M. Rusli sementara pemegang IUP di Desa Kurma Kecamatan Mapilli yakni Abdul Latif.

“Khusus lokasi tambang Desa Beroangin masih ada belum dapat IUP,” ungkap Jamal via akun Whatsapp nya.

Ia berharap masyarakat yang menemukan lokasi tambang yang telah beraktifitas segera melaporkan ke Dinas ESDM Sulbar agar pihaknya dapat mengecek kelengkapan izinnya.

“Kalau ada lokasi yang bapak dapatkan beraktifitas menambang dan minimal tahu pemilik usahanya bisa dishare ke saya untuk memastikan itu berizin atau tidak,” ucap Jamal.

Sementara itu, Kepala Desa Beroangin Anto menuturkan di wilayahnya ada lima usaha tambang galian C yang melaporkan aktivitasnya, Kata dia, lima pengelola tambang tersebut mengklaim sudah mengantongi izin.

“Ada lima usaha tambang batu disini, mereka itu ada yang sudah setahun beraktivitas,” ujar Anto.

Terpisah, salah satu warga Polewali Ahmad mendukung upaya Dinas ESDM Sulbar menghentikan usaha tambang yang tidak berizin, Hal itu lantaran ada banyak resiko yang timbul dari operasional tambang terutama dampak lingkungannya.

“Apalagi usaha tambang ilegal yang dilakukan bertahun tahun, itu perlu ditutup,” tandasnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *