Sosialisasi Gerakan Mamuju Mapaccing, Pemkab Mamuju Target Piala Adipura

oleh -135 views
Pemkab Mamuju bersama Koran Radar Sulbar dan Fajar membuka secara resmi lomba Mamuju Mapaccing di ruang pola kantor Bupati Mamuju, Senin 5 Agustus 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Tim Gerakan Mamuju Mapaccing (GMM) dari Radar Sulbar dan Koran Fajar, beserta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mamuju, menggelar sosialisasi lomba GMM, di ruang pola Kantor Bupati Mamuju, Senin 5 Agustus.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengatakan GMM merupakan gerakan moril. Gerakan yang membangun dan mengubah pola pikir warga, sehingga diharapkan semua pihak berperan mendukung GMM. Pihaknya bakal membuat pakta integritas dengan camat dan lurah untuk mendukung Mamuju Mapaccing.

“Kami mencoba tahun 2020. Kalau tidak bisa mendapat piala adipura, paling tidak mendapat sertifikat,” kata Habsi.

Ia menambahkan tahun lalu pihaknya telah melakukan perubahan kelembagaan, dimana melimpahkan kewenangan kepada kelurahan untuk mengangkut sampah di kelurahan dan di lingkungan.

“Sebelumnya, pengelolaan sampah hanya dilakukan DLHK Mamuju. Tahun ini, kita lakukan pengalihan. Dengan begitu kelurahan bisa lebih memaksimalkan pengangkutan sampah di setiap lorong-lorong,” tambahnya.

Habsi juga menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan lomba GMM yang diprakarsai Radar Sulbar dan Koran Fajar. Menurutnya, dua media tersebut telah memberi dorongan moril terhadap warga.

“Radar Sulbar dan Koran Fajar telah memberikan gerakan positif. Memberikan rangsangan kepada warga, karena merekalah sebagai penggerak di wilayahnya,” ungkap Habsi.

Direktur Radar Sulbar Mustafa Kufung menjelaskan ada beberapa indikator yang nantinya menjadi penilaian juri. Sebagai dasar, wilayah harus bersih dan wajib penanaman pohon.

Lingkungan juga wajib memiliki buku administrasi, sehingga dapat mendata warga di lingkungan. Baik pendatang baru maupun yang sudah meninggal dunia.

“Kemudian, harus ada pelayanan kesehatannya, seperti Posyandu. Kelompok PKK di lingkungan juga harus terorganisir baik,” papar Mustafa.

Sementara itu, lanjut Mustafa, kegiatan tersebut konsepnya dilakukan bertahap.

“Kalau kita bahu-membahu, kota ini sangat mudah ditata. Mamuju tidak terlalu besar. Olehnya, dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Lurah dan lingkungan diharapkan dapat menggandeng warganya,” beber Mustafa.

Ketua panitia Lomba GMM Sudirman Samual menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara media dan Pemkab Mamuju. Lomba akan dilaksanakan selama satu bulan, dimana peserta kegiatan merupakan lingkungan dari empat kelurahan di Kecamatan Mamuju dan satu kelurahan di Kecamatan Simboro.

“Sebenarnya peserta hanya ditargetkan satu kelurahan. Namun, antusias warga begitu tinggi. Sehingga, panitia sepakat memperluas peserta sesuai kriteria, dewan juri berasal dari Dinkes, PUPR, Perkimta dan melibatkan unsur vertikal. Serta pihak Radar Sulbar,” jelas Sudirman.

Selain itu, untuk formatnya mengacu yang sudah dijalankan Fajar di Makassar, namun tetap menyesuaikan kondisi lingkungan dan warga di Mamuju.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berjalan satu kali. Tapi, terus dilakukan setiap tahun, pengumumannya 6 September. Kalau penyerahan hadiah waktunya tentatif,” tandasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri, camat, lurah dan para kepala lingkungan di dua kecamatan, yakni Simboro dan Mamuju. Kegiatan MC nol dilakukan pada tanggal 6 hingga 8 Agustus dan kunjungan lapangan pada 19 hingga 21 Agustus. Penilaiannya dilakukan pada 2 hingga 4 September. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *