Kolaborasi Sandeq Race – PIFAF IV, Lomba Segitiga hingga Perform Peserta PIFAF

oleh -230 views

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Kolaborasi pelaksanaan Polewali Mandar Internsional Folk and Art Festival (PIFAF) IV dengan Sandeq Race dipusatkan di Pantai Bahari Polewali, Rabu 7 Agustus.

Untuk Sandeq Race sendiri dilaksanakan lomba segitiga yang diikuti oleh 20 peserta. Sedangkan para peserta PIFAF dari enam negara ikut menyaksikan sekaligus penampilan perform tarian khas masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar Farid Wadji mengatakan Sandeq Race tahun ini diikuti 21 peserta. Awalnya 23 peserta, namun beberapa kendala seperti tidak adanya joki sehingga ada 2peserta batal.

“Ini bukan Sandeqnya tidak ada, tapi jokinya karena saat ini musim menangkap telur ikan terbang. Sehingga ada yang batal ikut,” kata Farid.

Ia menambahkan untuk 21 peserta yang ikut berasal dari Majene, Karama, dan Pambusuang. Tahun ini juga cukup berbeda karena disaksikan oleh peserta PIFAF.

“Tamu-tamu asing yang hadir kita ingin supaya Sandeq Race dan PIFAF ini berkesinambungan. Supaya mereka melihat ini sebuah peristiwa kebudayaan tapi juga menjadi kegiatan kepariwisataan untuk kita,” tambahnya.

Farid juga menyampaikan Sandeq Race sudah dikenal mancanegara. Namun pelasakanaan dilakukan agar tetap terjaga, termasuk peristiwa kebudayaan bisa menjadi aktivis-aktivitas pariwisata. Karena di dalam pariwisata harus ada yang dilakukan, harus ada yang dilihat, dan harus ada yang dibeli.

“Kedepan sebagaimana peristiwa budaya bahari dimanfaatkan masyarakat untuk menjadikan peluang ekonomi. Misalnya banyak hal yang bisa dilakukan, bagaimana peristiwa sandeq menambah pendapatan masyarakat,” ungkap Farid.

Sementara itu, lanjut Farid, pihaknya terus memikirkan dan bergerak bagaimana Sandeq tidak berlalu saja, namun ada nilai manfaatnya minimal bagi pengusaha warung makan.

“Sebelumnya kita sudah rawat perahunya, kita sudah berikan cat, kita berikan uang perbaikan perahu, kita berikan lauk-pauk dan uang untuk kebutuhan selama kegiatan,” bebernya.

Adapun start Sandeq Race yang dijadwalkan untuk etape Polewali Mandar-Majene dimulai, Kamis 8 Agustus. Panitia menyediakan uang pembinaan sebanyak Rp30 juta untuk juara pertama, juara kedua Rp25 juta hingga 10 besar, dan peserta yang berada di posisi 11 sampai 21 mendapat uang Rp10 juta.

Sedangkan, Tim Percepatan Pengembangan Bahari Kementerian Pariwisata Ratna Suranti mengungkapkan sandeq harus tetap dilestarikan. Karena sandeq akan punah kalau rakyat tidak gunakan lagi.

“Pemerintah daerah harus tetap jaga (sandeq). Kedua melestarikan yang sudah terkenal, kalau digoogling apa itu sandeq, sudah ada di dalam. Kita harus bangga karena sandeq berpotensi untuk mempromosikan daerah, karena terkenal di dunia,” ujar Ratna.

Selain itu, wisatawan sekarang mencari pengalaman. Mungkin bisa dilakukan pelatihan, agar pelaut dunia bisa masuk ke Polman. Misalnya bagaimana kapal satu layar bisa keliling untuk mencari ikan.

“Barangkali ketertarikan itu akan ada pelatihan bagi banyak orang asing, sehingga ketika ada reli mereka bisa ikut bukan hanya rakyat sini yang ikut. Tapi pendatang lain yang suka perahu layar bisa ikut, banyak di seluruh dunia yang suka perahu layar, kalau perlu nanti dibuat paket, harus ada produk yang akan dikunjungi,” tandasnya.

Sekedar diketahui pada lomba segitiga kemarin, Perahu Cahaya Mandar milik Pemkab Mamuju keluar sebagai juara, disusul Merpati Putih milik Sekretaris Provinsi (Sekprov) dan posisi ketiga direbut Mandala Bintang Timur milik Kemenpora. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *