Usulan GOR Mamasa Ditolak Kementerian

oleh -116 views
Kepala Bapelitbang Mamasa, Gusti Hermawan

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Usulan bantuan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Mamasa ditolak oleh Kementerian Olahraga. Permohonan tersebut diusulkan oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan melalui sistem aplikasi.

Ada beberapa persyaratan yang diisii dalam aplikasi tersebut. Namun beberapa ktiteria yang tidak dimiliki oleh Kabupaten Mamasa, sekaitan dengan prestasi olahraga. Akibatnya, usulan tersebut tidak dapat dilanjutkan melalui aplikasi sehinggat ditolak oleh kementerian.

Demikian dijelaskan Plt Kepala Bappelitbang Kabupaten Mamasa, Gusti Hermawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Menurut dia, beberapa waktu lalu hal ini menjadi polemik di kalangan Bappelitbang Provinsi, Kabupaten dan pihak kementerian.

Padahal, bukan hanya usualan Mamasa yang ditolak, melainkan ada beberapa Kabupaten lainnya di Sulbar. Yaitu Mamuju Tengah dan Polewali Mandar.

Gusti mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya mendapat konfirmasi dari pihak kementerian bahwa usulan GOR ditolak, lantaran beberapa data sekaitan teknis belum dilampirkan. Sementara menurutnya, data yang dimaksud sudah dilampirkan.

“Saya konfirmasi balik kalau data yang dimaksud itu sudah kita lampirkan. Bahkan semua data pendukung kita lengkap untuk Mamasa,” katanya, Rabu 7 Agustus.

Gusti lanjut menjelaskan, alasan kementerian menolak usulan Mamasa karena belum mencantumkan data prestasi olahraga. Sementara data olahraga yang dimaksud merupakan sebuah keharusan bagi setiap daerah untuk mengusulkan GOR terebut.

Ia menyebutkan, ada beberapa kriteria prestasi olahraga yang menjadi persyaratan untuk pengusulan GOR di Kementerian. Adapun prestasi yang dimaksud yaitu jumlah perolehan medali emas, perunggu dan perak pada pekan olahraga nasional (PON) tahun 2012, 2016, juga Seagames 2013, 2015, 2017, Asian Games 2014 dan Olimpiade di London tahun 2012.

Semua itu, kata dia, tidak pernah diikuti oleh Kabupaten Mamasa. “Ini yang dipermasalahkan oleh Kementerian. Jadi kita mau menginput ke aplikasi tidak mungkin mau berbohong,” katanya.

Untuk dokumen lainnya lengkap, bahkan dokumen sertifikat lahan ada dan sudah diinput. “Nah yang jadi kendala itu, kita tidak punya prestasi olahraga setingkat nasional,” ujarnya.

Meski demikian, Gusti mengaku Pemerintah Kabupaten Mamasa masih tetap berupaya mengusulkan GOR tersebut. Hanya saja belum dapat dipastikan apakah tanpa adanya prestasi yang dicantumkan dapat direalisasikan.

Sebagi upaya pemerintah dalam ekspektasi penyediaan sarana olahraga, saat ini Wakil Bupati Mamasa bersama instansi terkait masih melakukan lobi di pusat.

“Pemkab Mamasa sedang mengupayakan ini, bukan hanya melalu aplikasi tetapi juga komunikasi,” tandasnya. (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *