Sandeq Race 2019, Cahaya Mandar Juara Etape Pertama

oleh -158 views
ADU KECEPATAN. Peserta Sandeq Race 2019 mengacu kecepatan pada etape pertama, Polman-Majene, Kamis 8 Agustus 2019.

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Pembukaan Sandeq Race 2019 resmi dilepas oleh Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar didampingi perwakilan Kementerian Pariwisata RI dan Bupati Polman di Pantai Bahari Polewali, Kamis 8 Agustus.

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengatakan masuknya Sandeq Race sebagai program 100 calendar of event 2019 Kementerian Pariwisata RI tentunya sangat didukung oleh Pemprov Sulbar.

“Kita akan selalu menerima saran-saran dari kementerian, sehingga pelaksanaan ditahun-tahun depannya akan lebih diperluas lagi, meriah, bahkan lebih banyak mendatangkan turis ke daerah,” kata Enny.

Ia menambahkan akan ada juga program wisatawaan konektivitas, dimana wisatawan yang datang dari Makassar akan diberikan paket dua hari di Sulbar dan dua hari Sulteng yang sudah ada dalam program Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS).

“Kita semua masyarakat Sulbar harus melestarikan dan mencintai Sandeq Race serta bagaimana berbuat. Seperti pembawa sandeqnya kita perhatikan dan juga sandeqnya kita selalu berikan bantuan dalam merawatnya,” tambahnya.

Sedangkan, Tim Percepatan Pengembangan Bahari Kementerian Pariwisata RI Ratna Suranti mengungkapkan menjaga kelestarian Sandeq Race merupakan kewajiban bersama. Jadi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, namun pemerintah provinsi dan pusat ikut terlibat.

“Makanya kita dari kementerian hadir untuk membantu melestarikan Sandeq Race ini. Kita sudah mempromosikan dengan memasukan dalam kalender nasional untuk memberikan kesempatan daerah dalam mengembangkan Sandeq Race,” ucap Ratna.

Ratna juga menyampaikan Sandeq Race merpakan ikon Sulbar, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan. Kementerian, kata dia, mempromosikan dan mencarikan pasar maupun memberikan ide-ide kapada daerah agar Sandeq Race lebih dikenal dunia.

“Paling penting itu ada 3 A, yakni antraksi, aksesbilitas, dan aminitasnya. Termasuk juga harus ada pengelolanya apalagi dunia sudah melihat Sandeq Race milik Indonesia yang ada di Sulbar bahkan kalau kita sudah mencari di google itu sudah bisa dilihat,” ungkap Ratna.

Sementara, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar menuturkan Sandeq Race sudah menjadi kewajibannya untuk mendukung dan mensupport, karena sandeq paling banyak di Polman. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukung kegiatan Sandeq Race.

“Tadi saya sampaikan perlunya Sandeq Race dikembalikan pada awalnya yang startnya dari Mamuju ke Makassar untuk rutenya. Karena kita mau menjual wisata kalau di sini kan orang setiap hari lihat sandeq. Jadi kita ingin orang luar melihat ini sandeq,” ujar Andi Ibrahim.

Selain itu, lanjut Andi Ibrahim, dengan dikembalinya pada pelaksanaan Sandeq Race pertama kali dilakukan maka orang luar Sulbar juga akan merasa memiliki Sandeq Race.

“Kita berikan bantuan kepada peserta yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Jadi kita hitung berapa hari dia tidak melaut untuk ikut lomba baru kita beri bantuan. Makanya setiap ada Sandeq Race saya selalu siapkan beras, gulu, susu, dan sebagainya. Makanya kita motivasi terus karena kalau semnagatnya mati maka Sandeq Race tidak ada lagi,” terangnya.

Kadis Pariwisata Sulbar Farid Wadji membeberkan bahwa pelaksanaan Sandeq Race dilaksanakan dari tanggal 7 sampai 16 Agustus dengan rute empat etape yakni Polman-Majene, Majene-Sendana, Sendana-Deking, dan Deking-Mamuju.

“Lomba segitiga dilaksanakan tiga kali yaitu di Polman, Majene, dan Mamuju. Tema kita angkat tahun ini yakni “Lautku Hidupku”. Terimakasih atas semua dukungan dan support oleh semua pihak termasuk Polda dan Danlanal Mamuju yang telah menurunkan tim untuk mengamankan di laut,” tandasnya.

Adapun pada etape pertama yakni Polman-Majene keluar sebagai juara yaitu Cahaya Mandar yang disponsori Pemkab Mamuju. Juara 2 Mandala Bintang Timur Sponsor Menpora, dan juara 3 Merpati Putih sponsor Sekprov Sulbar Muhammad Idris. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *