Pembukaan HUT RI Tingkat Kelurahan Mamasa, Dimeriahkan Karnaval Rakyat

oleh -236 views

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) tingkat Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, dimeriahkan karnaval rakyat.

Karnaval ini melibatkan beberapa komunitas masyarakat di Kelurahan Mamasa. Mulai dari penjual sayur, penjual ikan, sanggar seni, penata rias dan penata busana serta komunita sojek.

Peserta yang iku dalam karnaval ini, terlihat beberapa mengenakan busana adat Mamasa dan busana kreatif rancangan masing-masing. Bahkan beberapa diantaranya membawa dagangan masing-masing, seperti penjual ikan dan penjual sayur.

Juga terdapat beberapa sanggar seni yang ikut memeriahkan karnaval ini dengan pertunjukan atraksi masing-masing. Seperti musik bambu dan tarian kreasi masing-masing sanggar seni.

Peserta yang ikut dalam karnaval ini, berjalan kurang lebih 1 km memutari kota Mamasa. Mereka berjalan dari kantor kelurahan di Jl Jenderal Sudirman, menuju taman kota Mamasa di Jl Ahmad Yani. Atraksi setiap peserta menjadi perhatian warga saat melintas di jalan.

Lurah Mamasa, Hermanus Tandi menjelaskan, legiatan ini berawal dari keinginan masyarakat untuk terlibat dalam perayaan hari kemerdekaan.

Hal ini kata dia, didorong oleh keinginan masyarkat yang menganggap bahwa perayan HUT RI di tahun sebelumnya hanya dilakukan oleh pemerintah dengan tidak melibatkan masyarakat, “Masyarakat menginginkan terlibat langsung dalam perayaan ini,” kata Hermanus Kamis 15 Agustus.

Dengam demikian lanjut Hermanus, masyarakat antusias menyambut JUT ri dengan menyumbangkan dana masing-masing sesuai kerelaan, “Bahkan pelaksananya sendiri itu dari masyarakat sendiri,” lanjutnya.

Kegiatan perayaan HUT RI tingkat Kelurahan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan perlombaan, yakni puncak acara pada 17 agustus 2019. (sam/sol)

Rekrut 52 Ribu Guru PNS, Ditambah Pengangkatan Honorer

JAKARTA – Mendikbud Muhadjir Effendy menginginkan tahun ada dilakukan rekrutmen guru PNS sebagai 52 ribu. Jumlah tersebut merupakan angka minimal. Alasannya, jumlah guru PNS yang pensiun tahun ini mencapai angka tersebut.

“Kami perkirakan 52 ribu (guru akan pensiun), artinya tahun ini tidak bisa tidak harus mengangkat 52 ribu minimum untuk ganti guru yang pensiun. Ditambah pengangkatan bertahap guru honorer,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/8).

Selain itu, pihaknya juga akan menghitung berapa banyak sekolah baru yang juga membutuhkan guru. Secara umum, kebutuhan guru PNS hampir 150 ribu karena pada 2022 akan lebih banyak yang pensiun.

“Ditambah lagi, kami belum tahu jumlah sekolah baru yang butuh guru baru. Sudah ada perkiraan kami, dibutuhkan 148 ribu guru. Dan puncak pensiun guru tahun 2022, sekitar 70 ribu lebih guru pensiun,” jelasnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap ke depan tidak ada lagi moratorium penerimaan guru PNS. Sebaliknya, pemerintah daerah dan kepala sekolah juga jangan lagi merekrut guru honorer.

“Biarlah pemerintah sekarang selesaikan guru honorer yang ada. Karena kalau guru honorer diangkat terus oleh sekolah, kapan selesainya,” tandas menteri 63 tahun ini. (jpnn)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *